Zonakepri.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang mempersiapkan sejumlah proyek prioritas untuk meningkatkan daya tarik kota serta mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.
Salah satunya ialah revitalisasi total Taman Laman Boenda di kawasan tepi laut Tanjungpinang yang telah diusulkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Riau Kepri.
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menjelaskan bahwa nilai usulan revitalisasi tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta.
“Sudah kita usulkan CSR Bank Riau Kepri. Kalau tidak salah, nilainya sekitar setengah miliar rupiah. Taman ini akan kita tata kembali secara menyeluruh karena kondisinya saat ini banyak mengalami kerusakan,” ujarnya, Sabtu 7 Juni 2025.
Sebagai bagian dari penataan tersebut, para pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan taman juga telah dipindahkan.
“Insyaallah, ini akan menjadi salah satu skala prioritas kita, karena taman ini dirancang sebagai ikon kota Tanjungpinang,” tambahnya.
Selain Taman Laman Boenda, pemerintah juga membuka peluang investasi di kawasan Tugu Pensil yang berada di lahan milik negara.
Di kawasan itu, terdapat 23 hektare lahan reklamasi yang sudah masuk dalam tata ruang wilayah (RT/RW) kota.
Wilayah ini ditawarkan kepada investor, termasuk kemungkinan membentuk konsorsium pembangunan.
“Sudah kita tawarkan saat pertemuan dengan calon investor. Apakah mau bentuk konsorsium atau seperti apa, itu kami serahkan ke mereka. Yang penting, kita buka peluang,” ujar Lis.
Dalam upaya memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi, Walikota juga menyoroti pembangunan jalan akses menuju kawasan Tanjung Geliga.
Daerah ini dinilai memiliki potensi besar untuk pembangunan pelabuhan baru karena kedalaman lautnya yang mencapai 9 meter saat surut, serta jarak yang lebih dekat ke Batam, hanya sekitar 20 menit.
Lis juga menekankan bahwa seluruh pembangunan ini tetap mengutamakan aspek pemulihan ekonomi masyarakat.
Salah satunya melalui pembangunan pasar buah sebagai upaya untuk menggerakkan sektor ekonomi kecil dan menengah.
“Saya tidak mau muluk-muluk dulu. Yang paling utama adalah pemulihan ekonomi. Ini sangat penting karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya. (Ki)