Meski sudah mengidap kaki bengkak selama 2 bulan, tepatnya saat berada di penjara Malaysia hingga sekarang, namun Muhamad Sutarjo yang baru berada di Malaysia sekitar 7 bulan sudah kena tangkap Polis Malaysia gara gara tidak mengantongi permit mengaku belum pernah di cek kesehatan atau diberi obat obatan.
Sehingga, dirinya pun tidak mengetahui penyakit apa yang dialaminya.
Padahal, setiap kedatangan TKI deportasi di Pelabuhan Sri Bintan Pura telah disiapkan petugas medis dari pos kesehatan pelabuhan Tanjungpinang namun nasib Muhamad Sutarjo lagi kurang beruntung. Dirinya setibanya di pelabuhan dan memasuki lorong pelabuhan tidak mengetahui ada cek kesehatan bagi yang sakit. Sehingga terus berjalan beriringan dengan rombongan lain menuju gerbang pelabuhan untuk naik angkot menuju penampungan.
“Saya tidak tahu ada cek kesehatan dan sayapun tidak ada yang mengarahkan ke pos kesehatan pelabuhan,”ujarnya. Akhirnya Muhamad Sutarjo langsung diarahkan menuju angkot yang parkir di depan gerbang pelabuhan dan diangkut menuju Jalan Transito KM 7 Tanjungpinang.
Tercatat jumlah TKI deportasi yang tiba Rabu malam 11 September 2013 sebanyak 228 orang. Terdiri dari 177 laki laki, 46 perempuan, 2 anak laki laki dan 3 anak perempuan.
Seorang TKI asal Surabaya Liliana, menyatakan kekesalannya saat dipenjara Malaysia selama 4 bulan. Menurut pengakuan Liliana, dirinya diperlakukan kurang manusiawi oleh petugas penjara. “Saya dicaci maki tidak manusiawi, salah sedikit kena pukul. Akhirnya Saya beranikan diri cerita Indonesia itu kaya raya, Saya pergi ke Malaysia karena ingin penghasilan lebih. Rumah Saya besar di Surabaya,”tuturnya. (rul)