Zonakepri.com-Masyarakat nelayan Kabupaten Bintan kembali menggelar aksi demo di Halaman Kantor Gubernur Kepri di Dompak Kota Tanjungpinang, Selasa 12 Mei 2026.
Puluhan nelayan mendatangi halaman kantor Gubernur Kepri mengendari lori maupun mobil pick up dan disambut penjagaan ketat aparat kepolisian.
La Udin salah satu nelayan dari Kawal Kabupaten Bintan mengatakan aksi demo menolak tambang pasir laut dilakukan nelayan pesisir Bintan. Turut dalam aksi demo saat ini nelayan dari Kawal, Berakit, Malang Rapat, Teluk Bakau, Dendun, Mantang, Kijang, Kelong, Numbing. Ada sekitar 40 nelayan melakukan aksi demo hari ini menolak rencana tambang pasir laut,”sebutnya.
La Udin mengatakan, saat ini masyarakat nelayan sudah mengetahui ada 4 perusahaan yang telah mendapatkan izin untuk melakukan penambangan pasir laut. Bahkan kabarnya ada 11 perusahaan yang akan melakukan penambangan pasir laut.
“Kalau penambangan pasir laut dilakukan, nelayan menengah hingga kecil makan apa. Karena laut itulah kebun kami, tempat makan kami. Kalau ada penambangan pasir laut, tentu ikan akan pergi menjauh dan nelayan sulit mendapatkan ikan,”sebutnya.
Sementara itu Rudi yang juga turut serta melakukan aksi demo mengatakan Senin pekan lalu nelayan sudah menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Kepri dan diterima aksi demo oleh Sekdaprov Kepri Misni.
Dalam kesempatan itu, Sekda mengatakan akan turun lapangan tiga hari setelah aksi demo, namun ditunggu tunggu hingga saat ini tidak turun. Padahal saat menunggu Sekda turun lapangan, nelayan rela tak melaut untuk menunggu Bu Sekda.
Lebih jauh Rudi mengatakan wilayah tangkap nelayan merupakan lokasi dari kegiatan sedimentasi pasir laut.
“Sekali bentang jaring ikan, tempat itulah yang bakal dilanggar kapal kapal sedimentasi pasir laut,”sebutnya.
Menurutnya, nelayan hanya bisa bersuara, jika memang kegiatan sedimentasi pasir laut tetap berjalan artinya pemerintah tidak ada keberpihakan kepada masyarakat nelayan. (rul)