Zonakepri.com – Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menyampaikan bahwa realisasi investasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat ini telah mencapai sekitar 18 miliar dolar Amerika Serikat (USD).
Capaian ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,14 persen.
“Di Kepri, kami terus berkoordinasi dengan tujuh kabupaten/kota untuk membuka peluang investasi melalui kebijakan yang mempermudah proses perizinan. Kami ingin menciptakan iklim investasi yang nyaman dan kondusif bagi para investor,” ujar Nyanyang Haris, Rabu 22 Oktober 2025.
Ia menegaskan, dengan kemudahan perizinan dan dukungan dari seluruh pemerintah daerah, investasi yang masuk diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan dampak nyata, terutama dalam penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Kepri.
Menurutnya, Batam masih menjadi ikon utama dan daerah dengan kontribusi investasi terbesar di Provinsi Kepri, disusul oleh Bintan dan Tanjungpinang. Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh tiga sektor utama, yakni kawasan industri, manufaktur, dan retail.
“Alhamdulillah, perekonomian kita berjalan lancar. Dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak, kami yakin Batam, Bintan, dan daerah lainnya akan terus berkembang. Apalagi dengan seringnya Kepri menjadi tuan rumah berbagai even nasional, tentu ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Nyanyang berharap hingga akhir tahun ini, realisasi investasi di Kepri dapat terus meningkat, seiring dengan berbagai program strategis dan upaya pemerintah provinsi dalam memperkuat sinergi dengan pelaku usaha serta memperluas peluang investasi di seluruh wilayah Kepri.(Ki)