Walikota Tanjungpinang Klarifikasi Dugaan Pengeroyokan Satpam di Sekolah Rakyat

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah

Zonakepri.com- Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, memberikan penjelasan resmi mengenai isu dugaan pengeroyokan yang terjadi di Sekolah Rakyat Tanjungpinang yang terjadi belum lama ini.

Walikota menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah aksi pengeroyokan, melainkan kesalahpahaman antara guru dan anggota Satpol PP yang bertugas menjaga keamanan sekolah.

Peristiwa bermula saat enam orang siswa tertangkap kamera CCTV sedang merokok di lingkungan sekolah. Setelah ditelusuri, diketahui bahwa rokok tersebut diberikan oleh salah seorang anggota Satpol PP. Guru yang mengetahui hal ini kemudian mempertanyakan tindakan tersebut sehingga terjadi adu argumen dan keributan kecil.

“Bukan pengeroyokan. Mungkin gurunya emosi. Mereka sempat berkelahi karena perdebatan, bukan aksi pengeroyokan seperti yang beredar,” jelas Lis Darmansyah saat dikonfirmasi, Senin (6/10/2025).

Ia menegaskan bahwa tindakan memberikan rokok kepada siswa jelas tidak dibenarkan. Namun, ia juga mengingatkan agar guru tidak bertindak secara emosional.

“Sama-sama salah. Satpol PP salah karena memberi rokok, guru juga tidak boleh bertindak kasar,” tambahnya.

Lis juga meminta untuk tidak membesar-besarkan peristiwa ini. Menurutnya, jika persoalan ini terus di-blow up, dikhawatirkan akan berdampak pada kelangsungan program Sekolah Rakyat, yang merupakan program strategis untuk membantu anak-anak putus sekolah.

“Kalau program ini ditinjau ulang oleh pemerintah pusat, yang rugi masyarakat Tanjungpinang sendiri,” ujarnya.

Lis mengaku telah mempertemukan pihak guru, Satpol PP, dan orang tua siswa untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Endang Susilawati memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media terkait kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di Sekolah Rakyat Terintegrasi 33 Kota Tanjungpinang. Peristiwa ini diduga melibatkan oknum guru dan anggota Satuan Pamong Praja.

Endang yang ditemui usai menghadiri acara dialog, Senin (6/10/2025), hanya memberikan jawaban singkat sebelum bergegas menuju kendaraannya.

“No comment,” ujarnya singkat sembari berlalu.

Sekolah Rakyat ini merupakan program pendidikan gratis berasrama yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan tujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.

Program ini mulai berjalan pada tahun ajaran 2025–2026 dan menyediakan fasilitas lengkap seperti asrama, makan, seragam, alat belajar, serta layanan kesehatan.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 33 berlokasi di Jalan Borobudur Tanjungpinang baru saja diresmikan pada 30 September 2025. Dalam pelaksanaannya, Dinas Sosial memiliki peran penting, mulai dari pendataan anak dari keluarga miskin, rekrutmen guru dan pendamping sosial, hingga koordinasi lintas kementerian.

Namun, program tersebut kini tercoreng oleh dugaan tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. Seorang Satpam bernama Bagus (26) diduga mengalami pengeroyokan oleh sejumlah oknum guru dan Satpol PP.

Bagus menderita luka di bagian dagu dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Informasi yang beredar menyebutkan, peristiwa tersebut berawal ketika Bagus ditegur setelah kedapatan membawa rokok ke dalam lingkungan sekolah. Jumlah pasti pelaku yang terlibat dalam insiden ini belum dapat dipastikan. Pihak keluarga Bagus juga dikabarkan telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.(Ki)

 

 

Hanya salah pahamKlarifikasi Dugaan PengeroyokanSatpam sekolah rakyatWalikota Tanjungpinang
Comments (0)
Add Comment