Warga Kecewa,Pembeli Premium Dibatasi Berdasarkan Komputer   

Tanjungpinang,Zonakepri-Meski informasi terkait pengurangan alokasi premium dan pertalite sudah terekspos sejak sebulan yang lalu, ternyata masyarakat masih juga menunggu dan menunggu pasokan premium di SPBU.

Memang wajar jika warga menunggu ketersediaan premium di SPBU setiap hari, mengingat harga bahan bakar inilah yang paling murah harganya yakni Rp6.450 per liter, dibandingkan pertalite Rp8000 per liter apalagi pertamax Rp  10.250 per liter. Pengguna bahan bakar premium sudah dipastikan mereka yang tergolong memiliki kondisi ekonomi menengah kebawah. Sedangkan Pertalite dan pertamax sudah dipastikan pengendara yang berkantong tebal.

Seorang pengendara yang masuk SPBU belum tentu mengisi bahan bakar , melainkan hanya numpang lewat menanyakan keberadaan premium. “Premium ada Pak, Kapan datang? Tanya pengendara sambil berlalu keluar SPBU ketika petugas SPBU menjawab pertanyaan pengendara bahwa Pertamina belum memasok premium, Jumat  siang 8 November 2019 di SPBU Jalan Suka Berenang Tanjungpinang.

Namun sayangnya, ketika terlihat antrian sepeda motor di SPBU untuk mengisi premium saat malam hari, Jumat 8 November 2019 tiba tiba saja Security menutup antrian sepeda motor dengan palang jalan. Sehingga pengendara yang masuk SPBU dibelakanhg palang tidak bisa lagi ikut antri membeli premium. “Premium sudah habis Pak,”ujar security SPBU Jalan Suka Berenang yang enggan disebut namanya, sambil diletakkannya pembatas kendaraan yang dimajukan saat kendaraan paling depan diisi premium.

Menurut sang security, dirinya mengetahui jumlah kendaraan yang bisa diisi premium berdasarkan komputer. Ada sekitar 200 kendaraan per hari yang  bisa membeli premium, mengingat alokasi premium dikurangi sejak sebulan yang lalu.

Namun, aturan yang ditetapkan security tersebut ternyata tidak berlaku untuk SPBU yang lain yakni SPBU di Jalan Sukarno Hatta dibawah naungan PT Baintan Anugrah Bersama. Meski terlihat antrian pengendara kendaraan sepeda motor dan kendaraan roda empat seperti angkot  yang panjang, namun tidak ada security yang membatasi jumlah kendaraan yang membeli premium dengan palang pembatas. Sehingga setiap kendaraan yang masuk SPBU untuk membeli premium bisa antri. Jika premium sudah habis, maka dipasang papan “Premium Habis”

Pengawas SPBU BT Sembiring mengatakan BBM jenis premium dan pertalite telah dikurangi pasokannya oleh Pertamina untuk setiap SPBU. “Biasanya pasokan premium dan pertalite 10 ton setiap hari telah dikurangi menjadi 8 ton per hari,”sebutnya. Sedangkan BBM jenis solar juga terjadi pengurangan pasokan terhitung sejak beberapa bulan terakhir. (red)

Comments (0)
Add Comment