Penerima raskin Mar, ditemui Rabu 8 Agustus 2017 mengatakan raskin yang terbungkus kemasan karung ketika dibuka kondisinya hancur, patah patah dan berwarna kuning serta ada juga yang menggumpal. Dengan kondisi beras yang kurang layak tersebut, maka dilakukan pembersihan.
“Ada sekitar 5kg beras yang mesti dibuang karena hancur dan menggumpal. Selebihnya meski ada juga butiran beras yang juga hancur namun agak besar tidak dibuang. Namun warna beras tetap kuning,”paparnya.
Hal senada juga dikeluhkan penerima raskin Anes yang juga warga Kelurahan Kemboja tepatnya RT 3 RW 7. Menurut Anes, raskin yang dibagikan dari kelurahan kondisinya sangat berbeda jauh dengan beras bulog yang dijual di swalayan.
Anes mengaku kesal dan kecewa dengan kondisi beras miskin yang diterima bulan Juli 2017. Pihaknya berharap Pemko Tanjungpinang bersama jajaran seperti pihak kelurahan ikut mengawasi dan mencermati kondisi beras yang dibagikan untuk masyarakat miskin.(red)