Sejumlah warga berulang kali dilaporkan kepada pihak Pemko Tanjungpinang melalui Satpol PP, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan hingga langsung kepada Walikota Tanjungpinang Rahma. Masalah ODGJ yang meresahkan warga di komplek ruko Bintan Center Km 9 Tanjungpinang Timur tepatnya di depan Ex Puja Sera hingga kini tidak ada solusi.
Warga yang bertempat tinggal, berusaha dan berkantor di komplek ruko bersebelahan dengan tempat tinggal ODGJ tersebut,mengaku merasa resah dan terganggu dengan ulah ODGJ yang kerap meresahkan dengan membuat kebisingan membanting benda keras ke dinding dan lantai, melakukan pembakaran di dalam ruko yang menyebabkan polusi asap, menutup akses parkir kendaraan dengan memasang benda seperti meja rusak, drum, dan kayu bekas serta membongkar fasilitas umum (Fasum) paving blok.
Keresahan tersebut disampaikan oleh sejumlah warga sekitar, Rizal pemilik kedai kopi mengatakan, hampir setiap sore ODGJ ini membakar sampah yang dibawanya. Sehingga membuat polusi asap hingga masuk ke ruko kedai kopi.
“Pelanggan kami mengeluh soal ini, kadang dikasih tau ODGJ ini tetap saja membakar. Memang sudah berulang kali di laporkan tetapi tetap saja tidak ada solusi, kami harap ada jalan terbaik untuk masalah ini,” ujar Rizal.
Selain itu, pemilik usaha Loundry dan toko olahraga, Haslan juga merasa kecewa kepada dinas terkait. Menurutnya, sudah beberapa kali pihak Dinas Sosial datang namun belum ada solusi,bahkan ODGJ tersebut semakin mengganggu.
“Ruko saya juga bersebelahan, selain tempat usaha, dilantai atas tempat saya tinggal bersama keluarga. Saya punya anak kecil, hampir tiap malam terbangun dan nangis karena terkejut. ODGJ ini setiap malam membanting seperti kayu, batu ke lantai dan dinding dengan keras,” ujarnya.
Selama ini, kata Haslan, dirinya sudah cukup sabar dan memaklumi, namun kalau setiap malam seperti ini dirinya juga tidak tahan. Haslan juga bingung harus mengadu kemana lagi, dirinya dan sejumlah warga lainnya sudah melakukan upaya.
“Istirahat saya dan keluarga saat malam hari sering terganggu, saya juga berharap secepatnya ada solusi. Mungkin bisa di bawa ke RSUD Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban yang saat ini memiliki untuk perawatan ODGJ,” harapnya.
Haslan menambahkan, ulah ODGJ tersebut sempat menyulut emosi, pasalnya bekas paving blok yang dibongkar kini menjadi tempat kucing buang kotoran yang berbau tak sedap didepan Rukonya.
“Itu liat didepan banyak tai kucing, pelangan saya mengeluhkan bau itu setiap datang ke sini, selain itu juga banyak nyamuk karena kotoran kucing,”pungksnya.
Ditempat yang sama, salah satu warga Syaiful juga menyampaikan ruko kantornya yang bersebelahan dengan ruko ODGJ tersebut juga merasa terganggu. Ia menjelaskan, bahwa ODGJ itu tinggal sendiri di salah satu ruko, setiap hari ODGJ tersebut selalu membuat kebisingan di jam-jam tertentu.
“Sudah sering kami laporkan, mulai dari Satpol, Dinsos, Dinkes, tapi mereka selalu lempar-lemparan terkait kewenangan. Terakhir saya lapor langsung ke Ibu Walikota, sudah 3 kali tapi sampai sekarang tidak ada solusinya,” ujar Syaiful.
Syaiful menambahkan, sebelumnya masalah ODGJ ini sudah berulang kali juga dilaporkan kepala pihak Polsek Tanjungpinang Timur. Kemudian, pihak Polsek beberapa kali mengaman ODGJ itu, bahkan sudah dilakukan mediasi di Polsek Dengan menghadirkan pihak satpol dan keluarga ODGJ.
“Dalam mediasi tersebut, pihak Dinsos dan Dinkes tidak hadir, akhirnya kembali lagi tidak ada solusi karena kewenangan mengurus ODGJ tidak pada polisi. Kami juga sudah melaporkan langsung kepada keluarganya, namun keluarganya juga tidak ada respon,” jelas Syaiful.
Kembali dikatakan Syaiful, pernah juga ODGJ ini bakar-bakar di dalam ruko sehingga membuat api cukup besar. Warga sekitar cukup panik, melihat kepulan asap hitam keluar dari ruko ODGJ ini.
“Dirinya khawatir, kalau ODGJ ini terus berulah hingga membuat warga geram kemudian terjadi masalah yang tidak diinginkan, Kami harap secepatnya pemerintah Kota Tanjungpinang bisa memberikan solusi ini, karena sudah sangat mengganggu,” pungkasnya.(***)