Zonakepri.com – Suasana di Gedung Aisyah Sulaiman Kota Tanjungpinang, Minggu (14/12/2025), terasa berbeda dari biasanya. Lima orang ibu lanjut usia (lansia) tampil penuh penghayatan membawakan Tari Persembahan Kepri dalam rangka wisuda Sekolah Lansia Cermin Kenanga.
Penampilan sederhana namun sarat makna itu sukses menyita perhatian dan mengundang haru para tamu undangan. Para tetamu undangan itu berisikan Walikota Tanjungpinang beserta jajaran dan para keluarga lansia tersebut.
Para lansia yang berasal dari Kelurahan Bukit Cermin tersebut tampil mengenakan gaun kuning cerah. Meski gerakan mereka tak lagi seanggun penari muda, semangat yang terpancar justru menjadi kekuatan utama.
Dengan langkah yang perlahan namun mantap, mereka seolah menyampaikan pesan bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya dan melestarikan budaya.
Tari Persembahan Kepri sendiri merupakan tari tradisional Melayu yang berfungsi sebagai salam hormat untuk menyambut tamu agung. Tarian ini juga dikenal dengan sebutan Tari Sekapur Sirih atau Tari Makan Sirih.
Melalui gerakan tangan dan kaki yang anggun serta penggunaan properti sirih pinang, tarian ini melambangkan keramahan, ketulusan, dan nilai-nilai luhur budaya Melayu.
Diiringi musik Melayu yang khas, Tari Persembahan menjadi ikon penyambutan dalam berbagai acara resmi, memadukan unsur seni, olahraga, dan hiburan dalam satu harmoni.
Penampilan tersebut menjadi bagian dari wisuda Sekolah Lansia Cermin Kenanga, yang untuk kedua kalinya digelar di Kota Tanjungpinang.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan oleh Kelurahan Melayu Kota Piring. Acara ini menjadi ruang apresiasi atas semangat belajar para lansia yang terus menyala meski usia tak lagi muda.
Lurah Bukit Cermin, Ima Rosida, mengaku bangga dan terharu menyaksikan langsung penampilan para wisudawan dan wisudawati lansia. Menurutnya, proses latihan bukanlah hal mudah, namun semangat para peserta mampu mengalahkan segala keterbatasan.
“Alhamdulillah, meskipun tidak semudah anak-anak, mereka berlatih berkali-kali dengan penuh kesungguhan. Hasilnya luar biasa dan membuat kami semua terharu, bangga, dan bahagia,” ujar Ima.
Ia menjelaskan, Sekolah Lansia Cermin Kenanga dihadirkan sebagai ruang kebersamaan bagi para orang tua agar tidak merasa sendiri dan sepi. Selain beraktivitas bersama teman sebaya, para lansia juga mendapatkan berbagai pengetahuan bermanfaat dari para pengajar dan relawan.
“Para pengajar ini bekerja secara sukarela, tanpa anggaran. Mereka berasal dari perguruan tinggi, dinas kesehatan, puskesmas, kelurahan, hingga tokoh masyarakat. Semua berkolaborasi demi kebahagiaan dan keberdayaan orang tua kita,” jelasnya.
Ima juga tak menampik adanya tantangan selama proses latihan, mulai dari keterbatasan fisik hingga perbedaan karakter masing-masing peserta.
Namun, berkat pendekatan yang humanis dan penuh kesabaran dari para relawan, para lansia akhirnya mampu tampil kompak.
“Tentu ada kesulitan, namanya sekolah lansia. Tapi dengan pendampingan yang mengayomi, mereka bisa saling memahami dan melengkapi. Hasilnya bisa kita saksikan hari ini,” tuturnya.
Diketahui, Sekolah Lansia Cermin Kenanga memiliki satu kelas dengan total 30 peserta, terdiri dari 27 perempuan dan tiga laki-laki.
Melalui tarian persembahan yang mereka tampilkan, para lansia tak hanya merayakan kelulusan, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang semangat hidup, kebersamaan, dan pelestarian budaya Melayu yang tetap lestari hingga usia senja.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyampaikan bahwa Sekolah Lansia merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang dilaksanakan di daerah.
Program ini bertujuan mendorong kreativitas serta produktivitas lansia melalui berbagai aktivitas positif.
“Melalui sekolah lansia, mereka tetap bisa beraktivitas dan merasakan bahwa di usia senja pun masih mampu berkarya. Kegiatan ini dilaksanakan dua kali dalam sebulan dan bersifat swadaya antara kelurahan dan para lansia.
Kelima lansia yang menampilkan kebolehannya dalam menari Tari Persembahan di Gedung Aisyah Sulaiman, Minggu (14/12/2025). F-Yuki Vegoeista