Aliran Air SWRO Di Tanjungpinang Macet, Pelanggan Keluhkan Biaya Bulanan

Warga Pulau Penyengat mengambil air bersih di perigi

Zonakepri.com-Masyarakat Kampung Datuk di Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang mengeluhkan pungutan bulanan yang dikenakan untuk pelanggan air Sea Water Riverse Osmosis (SWRO)di rumah rumah.

Pasalnya, sudah selama beberapa bulan, air SWRO tidak mengalir ke rumah warga. Namun pelanggan air SWRO tetap dipungut biaya beban Rp7 ribu per bulan. “Air menetes saja tidak, tapi harus membayar beban Rp7 ribu per bulan, ” ungkap Iskandar.

Hal senada disampaikan Surya, untuk memenuhi kebutuhan air bersih terpaksa harus mengambil air di perigi (sumur) yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah. “Sebelum ada aliran SWRO, sudah terbiasa mengambil air di perigi yang dimasukkan dalam jerigen dan diangkut menggunakan gerobak,” ujarnya.

Menurutnya, warga Penyengat yang tinggal di pulau dikelilingi laut memang sulit untuk mendapatkan air bersih. Hanya bisa mengambil air bersih dari perigi perigi yang berdekatan dengan rumah. Saat musim kemarau, sejumlah perigi banyak yang mengalami kekeringan. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di Pulau Penyengat.

“Ada sumur bor yang dibangun untuk ketersediaan air bersih, namun airnya berbau karat dan tidak jernih, ” ungkap Surya.

Sementara itu, pengadaan air bersih melalui aliran SWRO ke rumah rumah warga pun sudah macet sejak beberapa bulan lalu hingga sekarang.

Sasjoni, warga Kampung Datuk Penyengat mengatakan pihaknya sudah mencari tahu penyebab macetnya aliran air SWRO yang digunakan sekitar 300 pelanggan di Penyengat. “Info yang didapat dari pihak yang mengelola air SWRO di Penyengat bahwa ada kerusakan pada mesin SWRO, ” sebutnya, Jumat 21 Februari 2025.

Heri, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SWRO di Tanjungpinang dikonfirmasi terkait macetnya aliran air SWRO di Penyengat mengatakan, penyebab macetnya aliran air SWRO disebabkan adanya kerusakan mesin. “Memang aliran air SWRO lagi macet, disebabkan adanya kerusakan mesin dan sudah dilakukan perbaikan. Namun mengingat keberadaan mesin di laut, maka faktor cuaca berpengaruh, ” sebutnya.

Menurutnya, selain faktor cuaca, dalam memperbaiki kerusakan mesin SWRO juga dipengaruhi ketersediaan anggaran. “Mudah mudahan tidak sampai sebulan, aliran SWRO bisa mengalir lagi ke rumah rumah warga, ” harapnya.

Heri mengatakan, kerusakan mesin SWRO tidak hanya di Pulau Penyengat saja. Melainkan mesin SWRO di Batu Hitam Tanjungpinang juga rusak sejak Desember 2024 lalu. “Saat ini, aliran air SWRO di Kota Tanjungpinang lagi macet, semua disebabkan adanya kerusakan mesin, “jelasnya.

Terkait kerusakan mesin SWRO ini, Heri mangaku sudah melaporkan kepada kepala dinas terkait, dengan harapan perbaikan mesin bisa secepatnya diselesaikan. ” Mudah mudahan, dibawah kepemimpinan walikota dan walikota Tanjungpinang yang baru persoalan ini dapat diatasi secepatnya, “harapnya.

Terkait pungutan Rp7 ribu per bulan yang dikenakan untuk pelanggan air SWRO, Heri mengatakan biaya tersebut dipergunakan untuk perbaikan meteran yang rusak.  (rul)

Aliran air swro macetDi Pulau penyengatUPTD SWROWarga keluhkan biaya bulanan
Comments (0)
Add Comment