Zonakepri.com – Peristiwa tak terduga terjadi di Kantor Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Provinsi Kepulauan Riau pada Rabu sekitar pukul 9.49 Wib (2/7/2025).
Sejumlah dinding kaca bangunan kantor tersebut pecah usai diterjang angin kencang yang diduga berasal dari laut.
Akibat insiden tersebut, lorong kantor berserakan kaca pecah tepat di area aktivitas para pegawai.
Pantauan Zonakepri.com di lokasi menunjukkan bahwa pecahan kaca belum sepenuhnya dibersihkan dan masih tampak berserakan di lantai.
“Angin kuat itu kemungkinan besar berasal dari laut, langsung menghantam jendela hingga roboh,” ungkap Hardin, Penata Ahli Bencana dari BPBD Provinsi Kepri saat ditemui wartawan.
Ia juga menambahkan bahwa peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian kejadian angin kencang yang terjadi di beberapa titik di Kota Tanjungpinang.
Meski terlihat cukup mengkhawatirkan, Hardin memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan pada bangunan,” ujarnya.
Hendri Kurniadi, Kepala Dinas Kominfo Kepri, turut membenarkan peristiwa tersebut. “Memang benar, itu akibat angin yang sangat kuat. Tapi tidak ada korban,” ucapnya singkat kepada wartawan.
Sementara itu, ketika wartawan mengonfirmasi kejadian ini kepada pihak Litbang, salah seorang pegawai menyebut mereka enggan memberikan keterangan resmi.
“Saya sudah koordinasi, kami tidak ingin diwawancarai karena ini menyangkut bencana alam,” kata pegawai tersebut usai menerima instruksi dari atasannya.
Sementara itu, ditempat terpisah, terjangan angin kencang mengakibatkan empat tiang lampu di Jembatan Dompak roboh.
Kabid PUPR Kepri Suji ketika dikonfirmasi mengatakan robohnya tiang lampu di jembatan Dompak disebabkan tiang telah terkena korosi oleh air laut. “Tiang sudah dipasang sekitar sepuluh tahun yang lalu, ditambah korosi akibat air laut dan diterjang angin kuat, maka ambruk,”terangnya.
Akibat kondisi cuaca yang ekstrem pada hari Rabu 2 Juli 2025 ini mengakibatkan adanya penundaan pesawat Batik Air yang semestinya tiba di Bandara RHF Tanjungpinang sekitar pukul 9.30 Wib mengalami delay dari Bandara Sukarno Hatta Jakarta. Hingga pukul 13.15 Wib, pesawat Batik Air belum juga mendarat di Bandara RHF Tanjungpinang.
Salah satu calon penumpang Batik Air yang akan berangkat dari Bandara RHF menuju Jakarta, Sri mengatakan semestinya Batik Air akan terbang menuju Jakarta pada pukul 11.45 Wib. “Saya bersama suami hendak liburan ke Bandung. Namun pesawat Batik Air delay. Semestinya berangkat pukul 11.45 Wib,”ujarnya. (Ki/rul)