BMKG : Kabut Asap di Pulau Bintan Kiriman dari Kalimantan dan Sumatera 

Zonakepri.com-Kabut asap masih melingkupi wilayah Pulau Bintan pada  9 Oktober 2026.

Dampak kabut asap, kegiatan belajar mengajar di sekolah juga telah diberlakukan Belajar Dari Rumah (BDR) sebagai dampak kabut asap pada 8-9 Oktober 2026.

Beberapa hari sebelumnya juga diterapkan BDR sesuai kondisi sebaran kabut asap. Mengingat kabut asap kadang terlihat tebal namun kadang menipis.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Miranda Putri Permatasari menyebutkan berdasarkan hasil pemantauan citra satelit Himawari pada 9 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, wilayah Pulau Bintan terindikasi mengalami dampak kiriman kabut asap dari wilayah Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.(Sumber: https://www.bmkg.go.id/cuaca/satelit/citra-sebaran-asap)

Kondisi angin yang juga dominan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya di sekitar Pulau Bintan merupakan kondisi yang mempengaruhi potensi terbawanya massa udara dan partikel asap karhutla dari wilayah sumber menuju ke Pulau Bintan dan sekitarnya.

Sementara itu, berdasarkan data pemantauan kualitas udara PM2.5 terkini yang tersedia di wilayah Batam, konsentrasi PM2.5 pada 9 Oktober 2026 berada pada kategori Tidak Sehat sejak kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Konsentrasi tertinggi terpantau pada tanggal 8 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB, yaitu mencapai 162,6 µg/m³ (kategori Sangat Tidak Sehat), dan update terakhir tanggal 9 Oktober 2026 pukul 12.00 dengan nilai 87.6 µg/m³ (kategori Tidak Sehat). (Sumber : https://stamet tanjungpinang.bmkg.go.id/kualitas-udara/)

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di wilayah Kepulauan Riau perlu menjadi perhatian, khususnya apabila terjadi peningkatan aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah luar Pulau Bintan yang dapat memengaruhi kualitas udara melalui sebaran kabut asap.

“Masyarakat perlu memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai sebagai langkah perlindungan terhadap dampak penurunan kualitas udara,”pesannya.

Berdasarkan hasil pengamatan alat observasi di Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah, yang berlokasi di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, jarak pandang mendatar saat ini berada pada kisaran 2–5 kilometer.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan jarak pandang yang berkaitan dengan keberadaan kabut asap. Penurunan jarak pandang perlu mendapat perhatian, terutama dalam mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan, karena jarak pandang yang semakin rendah dapat memengaruhi operasional di bandar udara, khususnya ketika mencapai kurang dari 5 kilometer.

Sedangkan hasil pemantauan data hotspot terkini pada 09 Oktober 2026 pukul 13.34 WIB, tidak teridentifikasi adanya titik panas di sekitar wilayah Pulau Bintan. (Sumber: https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/informasi-hotspot-asap/)

Prospek Cuaca di Pulau Bintan

Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Pulau Bintan dalam tiga hari terakhir pada bulan Oktober 2026 saat ini lebih didominasi oleh cuaca cerah berawan hingga berawan.

Kondisi angin diprakirakan masih terdapat adanya pola konvergensi dan belokan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan, sehingga dapat berkontribusi dalam proses pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Dalam beberapa hari ke depan, kondisi cuaca di Pulau Bintan diprakirakan masih didominasi oleh berawan. Namun, diprakirakan akan mengalami peningkatan potensi curah hujan dengan sifat lokal/tidak merata pada tanggal 10 – 12 Oktober 2026 karena pengaruh pola angin signifikan di sekitar wilayah Pulau Bintan.

“Berdasarkan periode menuju awal dasarian II Oktober 2026 juga diprediksi masih terdapat potensi terjadinya hujan yang bersifat lokal, terutama pada pagi dan siang hari. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta dampak kiriman asap dari wilayah Sumatera, Kalimantan, dan wilayah sekitarnya,”pesannya.

BMKG juga menghimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat, khususnya saat melakukan aktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan.

Informasi cuaca dan perkembangan kondisi atmosfer terkini dapat diperoleh melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi BMKG di https://cuaca.bmkg.go.id, https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id, https://iklim.bmkg.go.id, serta media sosial resmi BMKG Tanjungpinang melalui Instagram @stamet.tanjungpinang.bmkg. (rul)

 

BMKGKabut asap di Pulau BintanKiriman Kalimantan dan sumateraKualitas udara menurun
Comments (0)
Add Comment