Zonakepri.com – Kota Batam kembali mencatatkan diri sebagai wilayah dengan jumlah kasus HIV tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri memperingatkan adanya peningkatan signifikan, khususnya di kalangan pelajar dan remaja, setelah terungkapnya 20 siswa di Kabupaten Bintan yang terinfeksi HIV akibat perilaku seksual berisiko.
Kepala Dinkes Kepri, Mohammad Bisri, mengungkapkan bahwa meskipun data resmi untuk 2025 belum dirilis, tren menunjukkan Batam masih menempati urutan tertinggi kasus HIV/AIDS di Kepri.
“Sejauh ini, Batam tetap menjadi pusat kasus HIV paling banyak. Dan jika tidak ditangani dengan seksama, jumlahnya bisa terus naik,” ujarnya, 16 November 2025.
Bisri menilai, tingginya kasus HIV di Batam tidak lepas dari gaya hidup bebas yang semakin marak, terutama di kalangan muda.“Perilaku seks bebas dan menyimpang, dipengaruhi faktor lingkungan modern dan media sosial, menjadi tantangan besar di wilayah ini,” katanya.
Fenomena terbaru yang mencuat adalah temuan 20 pelajar di Bintan yang terjangkit HIV. Temuan ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperketat program edukasi seksual.
“Ini bukan sekadar angka statistik. Ini membuktikan bahwa penyebaran penyakit menular seksual sudah masuk ke ranah remaja sekolah,” tambah Bisri.
Meskipun terapi untuk mengontrol HIV kini tersedia, Bisri menegaskan bahwa pencegahan tetap menjadi kunci.
“Memang ada obat untuk mengendalikan virus, namun itu bukan berarti kita bisa menormalisasi perilaku seksual bebas. Baik agama maupun moral sosial kita menolaknya,” tuturnya.
Dinkes Kepri kini menggencarkan sosialisasi di sekolah-sekolah dan komunitas pemuda, bekerja sama dengan tokoh agama dan masyarakat. Kampanye ini diharapkan mampu membendung penyebaran HIV dan menanamkan pemahaman mengenai risiko perilaku seksual berisiko sejak dini.
“Generasi muda harus dibekali pengetahuan yang benar tentang kesehatan reproduksi dan bahaya penyakit menular seksual. Jika tidak, Batam dan wilayah Kepri lainnya bisa menghadapi ledakan kasus di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.(Ki)