Zonakepri.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah sebagai upaya meningkatkan gizi pelajar justru menuai sorotan setelah puluhan siswa di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diduga mengalami keracunan makanan.
Insiden ini terjadi di dua daerah, yakni Kota Batam dan Kabupaten Karimun, hingga membuat dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan MBG ditutup sementara waktu.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mohammad Bisri, dalam keterangannya menjelaskan bahwa sedikitnya 30 siswa terindikasi mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan MBG. Dari jumlah tersebut, 13 siswa berasal dari Kabupaten Karimun dan 17 siswa lainnya dari Kota Batam.
“Dinas Kesehatan telah turun melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa. Dugaan sementara, keracunan ini bisa dipicu oleh cemaran bakteri, zat kimia tertentu pada bahan makanan, maupun dari proses pengolahan hingga penyajian yang tidak bersih,” ungkap Bisri saat ditemui wartawan, Kamis (2/10/2025).
Sebagai langkah cepat, dua dapur SPPG yang menyalurkan makanan MBG di sekolah tempat terjadinya kasus ditutup sementara. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya standar kebersihan dalam setiap proses penyediaan makanan untuk siswa.
Saat ini, sebanyak 69 dapur SPPG di Kepri tengah mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat wajib kelayakan kesehatan dan kebersihan penyelenggaraan MBG.
Bisri menegaskan bahwa proses pengawasan akan diperketat. Menurutnya, program MBG yang bertujuan menyehatkan siswa tidak boleh berbalik menjadi ancaman bagi kesehatan peserta didik.
“Kita ingin memastikan agar kejadian ini tidak terulang kembali. Oleh karena itu, semua dapur SPPG wajib memenuhi standar kelayakan higienis sebelum melanjutkan distribusi makanan,” tambahnya.
Diketahui, kasus dugaan keracunan akibat konsumsi makanan MBG ini bukan kali pertama terjadi. Beberapa waktu lalu, insiden serupa dilaporkan di SD Negeri 016 Sei Lekop Batam serta di SMP Negeri 2 Karimun.(Ki)