Zonakepri.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan di lingkungan sekolah menyusul mencuatnya dugaan tindak asusila yang melibatkan seorang oknum guru di SMK Negeri 1 Batam.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, meminta seluruh kepala SMA dan SMK se-Kepulauan Riau agar meningkatkan kontrol terhadap perilaku tenaga pendidik di satuan pendidikan masing-masing. Ia menekankan pentingnya respons cepat apabila ditemukan indikasi penyimpangan.
Menurutnya, pimpinan sekolah memiliki tanggung jawab penuh untuk segera mengambil tindakan apabila ada guru yang menunjukkan sikap tidak pantas atau melanggar norma.
“Langkah tegas kami lakukan perlu agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, kasus yang menyeret guru berinisial MJ (33) tersebut kini telah ditangani aparat penegak hukum. Walaupun proses hukum berjalan, Disdik Kepri tetap melakukan pemantauan dan evaluasi internal sebagai bagian dari upaya menjaga integritas dunia pendidikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa dugaan pencabulan itu terjadi pada 6 Januari sekitar pukul 17.00 WIB di ruang guru.
Dari hasil pemeriksaan sementara, terdapat sekitar empat siswa yang diduga menjadi korban. Pihak dinas menyatakan masih menunggu perkembangan lanjutan dari proses penyelidikan.
Selain itu, Disdik Kepri telah menyerahkan dokumen hasil pemeriksaan terhadap guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut kepada Badan Kepegawaian Daerah Kepulauan Riau serta Inspektorat Provinsi Kepri.
Penentuan sanksi administratif, termasuk kemungkinan pemberhentian sebagai guru maupun aparatur sipil negara (ASN), akan diputuskan oleh BKD sesuai ketentuan yang berlaku.
Andi Agung menambahkan bahwa pembinaan dan pengawasan sebenarnya telah rutin dilakukan guna mencegah pelanggaran etika maupun tindak pidana di sekolah.
Ia kembali menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya difokuskan pada peserta didik, tetapi juga terhadap tenaga pendidik.
“Upaya pencegahan sudah kami lakukan, termasuk memperkuat pengawasan di sekolah. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan lingkungan pendidikan tetap menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa,” pungkasnya.(Ki)