Tanjungpinang, Zonakepri- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang, menerima penghargaan istimewa dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) atas peran aktifnya sebagai fasilitator kekayaan intelektual (KI) bagi pelaku usaha dan ekonomi kreatif di provinsi Kepri.
Penghargaan diserahkan Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad, kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri, dalam acara Intellectual Property (IP) and Tourism yang berlangsung di Gedung Daerah, Sabtu (17/6/2023) malam.
“Saya apresiasi kepada disbudpar Tanjungpinang atas peran aktifnya mendorong pelaku usaha pariwisata mendapatkan HKI. Semoga penghargaan ini menjadi semangat untuk terus melindungi hak kekayaan intelektual para pelaku ekonomi kreatif dan menjadi motivasi bagi masyarakat, utamanya generasi muda untuk terus berinovasi serta menghasilkan karya terbaik di industri pariwisata,” kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota, Hj. Rahma, S.IP.,M.M, juga memberikan apresiasi atas peran aktif seluruh jajaran disbudpar dalam mendorong pelaku usaha pariwisata memanfaatkan kekayaan intelektual, baik penggunaan merek dagang, desain unik, dan warisan budaya.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi yang luar biasa. Ini tidak hanya memberikan perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di kota Tanjungpinang,” ucap Rahma.
Dengan penghargaan ini, disbudpar diharapkan akan semakin termotivasi untuk terus berperan aktif dalam melindungi dan memajukan kekayaan intelektual di sektor pariwisata.
“Terus berinovasi, berikan dampak positif bagi pelaku usaha pariwisata, masyarakat, dan pengembangan pariwisata di kota yang kita cintai ini,” pinta Wali Kota, Rahma.
Sementara itu, Kepala Disbudpar, Muhammad Nazri, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh gubernur Kepri. “Ini memberikan motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak dalam menjaga, mempromosikan, dan memanfaatkan kekayaan intelektual untuk memajukan pariwisata di ibukota provinsi Kepri,” ungkapnya.
Nazri juga mengajak masyarakat dan semua pihak untuk berkolaborasi dalam menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan kekayaan intelektual sebagai aset penting memperkuat sektor pariwisata dan mempromosikan kebudayaan di kota Tanjungpinang.
“Kekayaan intelektual adalah aset penting bagi pengembangan sektor pariwisata. Manfaatkan ini untuk mengembangkan produk dan layanan yang bernilai tambah serta berdaya saing,” ujarnya.
Acara tersebut, turut dihadiri Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly, para bupati, wali kota, dan pejabat pemerintahan se- provinsi Kepri.(Disbudpar).