Harlah Pancasila, IKPKR Jawa Barat Kecam Dugaan Ujaran SARA terhadap Suku Melayu

Zonakepri.com– Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila, Ikatan Keluarga Provinsi Kepulauan Riau (IKPKR) Jawa Barat menyampaikan keprihatinan sekaligus mengecam dugaan komentar bernuansa SARA yang beredar di media sosial Facebook dan diduga dilakukan oleh akun atas nama Raja Situmorang. Komentar tersebut dinilai mengandung unsur penghinaan dan perendahan terhadap suku Melayu yang berpotensi mengganggu kerukunan serta persatuan bangsa.

IKPKR Jawa Barat menilai bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, terutama sila ketiga, “Persatuan Indonesia.” Di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, setiap warga negara memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persaudaraan dan saling menghormati.

Ketua IKPKR Jawa Barat, Faisal, menegaskan bahwa tindakan yang mengandung penghinaan terhadap suku tertentu bertentangan dengan semangat Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hari Lahir Pancasila mengingatkan kita bahwa Indonesia berdiri di atas fondasi persatuan dalam keberagaman. Ketika ada pihak yang merendahkan atau menghina suatu suku, maka yang terluka bukan hanya masyarakat yang menjadi sasaran, tetapi juga nilai Persatuan Indonesia yang menjadi salah satu pilar utama bangsa ini. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga lisan, tulisan, dan perilaku, termasuk di media sosial,” ujar Faisal.

Menurutnya, masyarakat Melayu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mozaik kebangsaan Indonesia yang harus dihormati dan diperlakukan setara dengan seluruh suku bangsa lainnya.

Sementara itu, Sekretaris IKPKR Jawa Barat, Tonny, mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan, bukan justru menjadi sarana penyebaran kebencian dan sentimen SARA.

“Pancasila mengajarkan kita untuk menghormati martabat sesama manusia dan menjaga persatuan bangsa. Media sosial seharusnya menjadi ruang untuk berbagi informasi dan mempererat silaturahmi, bukan tempat menyebarkan penghinaan terhadap identitas suku atau etnis tertentu. Pada momentum 1 Juni ini, mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam berinteraksi di ruang digital,” kata Tonny.

IKPKR Jawa Barat juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi tidak dapat digunakan untuk melakukan penghinaan atau menebarkan kebencian terhadap kelompok masyarakat tertentu. Jika suatu pernyataan mengandung unsur ujaran kebencian berbasis suku dan etnis, maka dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Dalam pernyataan sikapnya, IKPKR Jawa Barat meminta agar pihak yang diduga membuat komentar tersebut memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka apabila terbukti telah melakukan penghinaan terhadap suku Melayu. Organisasi ini juga mengajak masyarakat untuk menyikapi persoalan tersebut secara dewasa dan menempuh jalur hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran.

Menutup pernyataannya, Faisal menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bagi seluruh anak bangsa untuk menjaga persatuan di atas segala perbedaan.

“Pancasila bukan sekadar slogan, tetapi pedoman hidup bangsa. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajarkan bahwa keberagaman suku, budaya, dan adat istiadat adalah kekuatan bangsa, bukan alasan untuk saling merendahkan. Pada Hari Lahir Pancasila ini, kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menolak segala bentuk ujaran kebencian yang dapat memecah belah bangsa,” tegas Faisal.

Dengan semangat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, IKPKR Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus menjaga marwah masyarakat Melayu, memperkuat nilai persatuan, serta mendukung terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis, damai, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.(Buana Fauzi F)

Harlah PancasilaIKPKR Jawa BaratKecamatan dugaanMedsosSuku MelayuUjaran SARA
Comments (0)
Add Comment