Jelang Nataru 2026, KSOP Tanjungpinang Siapkan Kapal Cadangan dan Lakukan Uji Petik 7 Kapal

Zonakepri.com- Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2025, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang memastikan seluruh kesiapan angkutan laut melayani penumpang.

Hal ini  sesuai instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

Kepala Subbagian Tata Usaha KSOP Tanjungpinang, Harry Priambodo, saat dijumpai awak media, Rabu (3/12/2025) mewakili pimpinan yang berhalangan hadir karena sedang melaksanakan agenda di luar daerah menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar rapat bersama seluruh perusahaan pelayaran dan agen kapal untuk memastikan kesiapan armada pada masa puncak perjalanan Nataru.

“Untuk wilayah kerja KSOP Tanjungpinang, terdapat 45 kapal yang melayani penumpang,” ujarnya ditemui Rabu 3 Desember 2025 di ruang kerjanya.

Rincian kapal yang melayani penumpang tersebut meliputi 2 kapal perintis: Sabuk Nusantara 48 dan Sabuk Nusantara 36, selanjutnya 37 kapal domestik rute Tanjungpinang – Punggur dan rute antardaerah, 6 kapal cadangan, terdiri dari: 3 cadangan domestik: Dumai Line 5, 9, dan 12 serta 3 kapal cadangan internasional: Westmaster 5, 6, dan 8

Selain itu, perusahaan pelayaran berkomitmen menyiapkan satu kapal cadangan tambahan jika terjadi lonjakan penumpang pada H-3 sampai H+3, yang selama dua tahun terakhir tercatat sebagai titik kepadatan tertinggi arus Nataru.

“Khusus rute Tanjungpinang–Punggur terdapat kapal dengan kapasitas lebih dari 400 penumpang yang menjadi andalan saat lonjakan penumpang,” tambahnya.

Pada puncak nataru,  keberangkatan kapal dapat dilakukan lebih cepat dari jadwal normal.

“Jika daya angkut sudah penuh dan manifes sesuai kapasitas, kapal boleh langsung diberangkatkan. Namun tetap tidak boleh over capacity dan harus laik laut,” tegas Harry.

Terkait kemungkinan penambahan trip di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), KSOP menyatakan hal tersebut dilakukan jika terjadi kelebihan pergerakan penumpang.

“Jika jumlah penumpang melonjak, kapal cadangan siap dioperasikan sehingga otomatis terjadi tambahan keberangkatan,” jelasnya.

Untuk menjamin keselamatan pelayaran, KSOP Tanjungpinang melakukan uji petik (ramcheck) terhadap tujuh kapal sesuai instruksi Dirjen Perhubungan Laut. Kapal tersebut meliputi:

1. TransOcean

2. Citra 168

3. Express Bahari 38

4. Marina

5. Dumai Express 15/16

6. Sabuk Nusantara 36

7. Sabuk Nusantara 48

Enam kapal telah selesai diperiksa, sementara uji petik untuk Sabuk Nusantara 36 menunggu proses docking selesai. Hasil pemeriksaan juga dilaporkan ke Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah setempat.

KSOP memperkirakan adanya kenaikan jumlah penumpang pada masa Nataru 2025.

“Persentase awal menunjukkan kemungkinan peningkatan sekitar 7% untuk keberangkatan dan 2,23% untuk kedatangan,” jelas Harry. Data rinci sedang disusun oleh bagian terkait.

KSOP juga mencatat bahwa arus balik biasanya terjadi pada H+3, dipengaruhi jadwal libur pelajar dan cuti nasional. Karena musim pancaroba dan kondisi cuaca ekstrem pada Desember–Januari, KSOP bekerja sama dengan BMKG untuk pemantauan cuaca harian.

“Jika unsur kelaiklautan kapal, awak, atau cuaca tidak memenuhi standar, Syahbandar berwenang menunda keberangkatan sesuai UU Pelayaran,” tegasnya.

KSOP menghimbau masyarakat untuk mematuhi aturan, mengikuti arahan petugas, dan memastikan keberangkatan sesuai manifes dan kapasitas kapal.

“Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik agar mobilitas penumpang dari Tanjungpinang ke Punggur, Tarempa, Senayang, Dabo Singkep, Dumai, maupun Tanjungbalai Karimun berjalan lancar dan aman,” pungkasnya.(Ki)

 

Atasi lonjakan penumpangJelang nataru siapkan kapal cadanganKSOP TanjungpinangUji petik 7 kapal
Comments (0)
Add Comment