Zonakepri.com – Unit Pelaksana Teknis Kementerian Perhubungan melalui KSOP Kelas II A Tanjungpinang memastikan kesiapan pelayanan angkutan laut dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Sejumlah langkah persiapan telah dilakukan, termasuk uji petik kelayakan kapal dan koordinasi lintas instansi guna menjamin kelancaran serta keselamatan penumpang.
Kepala Subbagian Tata Usaha KSOP Kelas II A Tanjungpinang, Harry Priambodo, menjelaskan bahwa persiapan angkutan Lebaran dilakukan berdasarkan surat dari Menteri Perhubungan dan instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut.
Hingga saat ini, pihaknya telah melaksanakan uji petik terhadap tujuh kapal sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelayanan publik selama masa angkutan Lebaran.
“Tujuh kapal yang telah dilakukan uji petik dinyatakan layak laut dan memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Adapun kapal yang telah menjalani uji petik tersebut yakni Sabuk Nusantara 48, Sabuk Nusantara 36, Marina JB, Trans Ocean, Citra 168, Dumai Express 15, dan Oceana 16.
Kapal-kapal tersebut akan melayani rute domestik maupun internasional, termasuk tujuan Singapura dan Malaysia.
Terkait prediksi pergerakan penumpang, Harry menyebutkan bahwa arus mudik tahun 2026 diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, namun berpotensi mengalami peningkatan.
Faktor dominan yang memengaruhi lonjakan penumpang adalah masa libur kerja dan libur sekolah.
“Destinasi terbanyak diperkirakan masih dari Tanjungpinang menuju Batam karena dari sana penumpang melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi udara maupun laut ke Pulau Jawa dan Sumatera,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut KSOP Kelas II Tanjungpinang, Abdur Rachman, menambahkan bahwa pihaknya juga membuka kemungkinan penambahan armada apabila terjadi lonjakan signifikan.
Berkaca pada masa Natal dan Tahun Baru sebelumnya, terdapat tambahan kapal berkapasitas sekitar 400 penumpang untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengguna jasa di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP).
“Untuk angkutan Lebaran nanti, kami siap berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran guna menambah armada, baik untuk pelayaran domestik maupun internasional,” ujarnya.
Dalam hal kesiapan pelabuhan, KSOP terus menjalin koordinasi intensif dengan Pelindo selaku penyedia prasarana pelabuhan. Kolaborasi tersebut mencakup kesiapan terminal penumpang, ruang tunggu, tambatan kapal, hingga sarana pendukung lainnya.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama instansi terkait seperti Imigrasi, Bea Cukai, Kepolisian, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan yang akan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan ambulans siaga selama masa Posko.
Terkait kondisi cuaca, KSOP terus memantau informasi terkini dari BMKG Tanjungpinang. Informasi cuaca diperbarui setiap hari melalui grup koordinasi bersama instansi terkait dan disampaikan kepada para nakhoda kapal.
“Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, keberangkatan akan ditunda demi keselamatan. Namun melihat kondisi saat ini yang cenderung panas dan tidak seperti musim angin barat di akhir tahun, kami berharap cuaca saat Lebaran mendukung,” tambahnya.
Rencana pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran masih menunggu hasil rapat koordinasi Kementerian Perhubungan di tingkat pusat. Berdasarkan surat sementara, masa angkutan diperkirakan berlangsung mulai 13 hingga 30, namun kepastian tanggal akan diumumkan setelah rapat finalisasi.
“Posko akan didirikan di dua lokasi, yakni Posko Koordinator di Kantor KSOP dan Posko Pemantauan di area Pelabuhan Sri Bintan Pura, tepatnya di sekitar pintu masuk ruang penumpang,” pungkasnya.(Ki)