Tanjungpinang,Zonakepri-Masyarakat Peduli Api (MPA) adalah masyarakat yang secara sukarela peduli terhadap pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang telah dilatih atau diberi pembekalan serta dapat diberdayakan untuk membantu kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kepri Hendri ST menyebutkan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) oleh Kelurahan Tanjungpinang Timur, telah dimulai sejak Februari 2021 yang lalu di hutan lindung bukit kucing Tanjungpinang. Hal tersebut sesuai petunjuk, arahan, masukan dan sosialisasi dari DLHK Kepri dan LSM ALIM Kepri.
Dasar pembentukan Masyarakat Peduli Api adalah Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor : P.2/IV-SET/2014 tahun 2014 tentang Pembentukan dan Pembinaan Masyarakat Peduli Api, Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 18 Tahun 2021 tentang Program Kampung Iklim (PROKLIM) Di Provinsi Kepulauan Riau dan Surat Keputusan Lurah Tanjungpinang Timur Nomor : 30 Tahun 2021 Tentang Organisasi Masyarakat Peduli Api Kelurahan Tanjungpinang Timur Kecamatan Bukit Bestari.
Sedangkan tujuan pembentukannya adalah untuk saling bahu membahu bersama Pemerintah dalam upaya Pengendalian Perubahan Iklim dan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) serta bersama-sama menyelamatkan masyarakat dari bahaya bencana asap, di kawasan hutan lindung khusus, dan Kelurahan Tanjungpinang Timur umumnya.
“Saat ini MPA Kelurahan Tanjungpinang Timur beranggotakan 42 orang, dengan kepengurusan sebagai berikut Ketua Yudi Fiandra, Sekretaris Roy Rinaldi Handoko dan Bendahara Rahmaliza,”jelasnya.
Selanjutnya, MPA Kelurahan Tanjungpinang Timur akan diarahkan ke Manggala Agni KLHK Daops Batam untuk mendapatkan Pembinaan dan Pelatihan dasar-dasar Karhutla, pencegahan Karhutla, teknik pemadaman, pengenalan dan cara penggunaan peralatan pemadaman (manual & semi mekanis), dan praktek/simulasi pemadaman.
Dengan demikian, Masyarakat Peduli Api Kelurahan Tanjungpinang Timur diharapkan dapat memahami jenis kebakaran dan mengetahui teknik-teknik pemadaman baik secara dini dengan menggunakan peralatan-peralatan manual maupun secara langsung menggunakan peralatan lengkap pemadaman Karhutla.**