Zonakepri.com— Kepri Malay Food Festival resmi digelar sebagai ajang promosi kekayaan kuliner khas Melayu, bertempat di Tugu Sirih, Pelataran Taman Gurindam 12 Tepi Laut Tanjungpinang.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Kepri Malay Food Festival ini sejalan dengan upaya dalam mengembangkan ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor kuliner yang juga menjadi fokus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Melalui pendekatan baru yang memposisikan kuliner sebagai destinasi, kita ingin menampilkan kekhasan makanan Melayu bukan hanya sebagai produk, tetapi sebagai identitas budaya yang bernilai. Festival ini juga menjadi sarana edukasi agar anak-anak zaman sekarang semakin mengenal kekayaan rasa dan budaya Melayu yang kita miliki,” jelas Hasan.
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Elfiani Sandri, yang hadir mewakili Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah sekaligus peluang ekonomi bagi para pelaku UMKM kuliner lokal.
“Kepri Malay Food Festival ini menjadi wadah strategis untuk mendorong perekonomian masyarakat, terutama UMKM. Pemko Tanjungpinang dalam hal ini akan terus mendukung kegiatan yang mengangkat potensi lokal, tentunya dengan kolaborasi berbagai pihak, kuliner khas Melayu diharapkan semakin dikenal dan menjadi daya tarik wisata”, ujar Elfiani.
Selain promosi kuliner, festival ini juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya Melayu serta lomba memasak yang akan berlangsung selama dua hari dimulai tanggal 29 sampai dengan 30 November 2025. (Ls/Dinas Kominfo)