Persiapan Kepri Art & Culture International 2025, Dispar Kepri : Pedagang UMKM Turut Ditata 

Zonakepri.com – Provinsi Kepulauan Riau bersiap menjadi pusat perhatian wisata regional melalui pelaksanaan Kepri Art & Culture International yang digelar pada 25–29 Desember 2025.

Ajang ini tidak hanya menampilkan kebudayaan lintas negara, tetapi juga menjadi strategi pemerintah daerah untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus menghidupkan kawasan wisata Gurindam 12.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menjelaskan bahwa pelaksanaan agenda internasional ini telah disinkronkan dengan peluncuran program lain, termasuk kerja sama animasi Kurindak 22 dan agenda dengan Kementerian Kebudayaan terkait pengembangan kawasan Gurindam 12.

“Pak Gubernur sudah memutuskan agar launching kegiatan ini dijalankan sekaligus, karena momentumnya tepat dan berkaitan langsung dengan progress pembangunan di Gurindam,” ujar Hasan.

Acara ini akan diikuti oleh peserta dari Brunei Darussalam, Thailand, Malaysia, dan Singapura, serta dari 10 provinsi di Indonesia. Total delegasi mancanegara diperkirakan mencapai 87 orang, sedangkan akumulasi peserta dari provinsi dan undangan lainnya diproyeksikan mendekati 400 orang.

“Selama lima hari, kegiatan berlangsung tanpa jeda di empat venue yang membentang di kawasan Gurindam 12: dari Tugu Sirih, Taman Gurindam 12, Halaman Gedung Dekranasda, hingga venue utama di Gedung LAM,” jelas Hasan, Minggu 23 November 2025.

“Kita ingin Gedung LAM menjadi daya tarik utama. Arsitekturnya khas, mencerminkan keberagaman suku dan agama di Kepri. Itu sebabnya kita jadikan latar belakang utama kegiatan, sebagai simbol payung negeri,” ujarnya.

Dalam mempersiapkan kawasan, pemerintah daerah turut menata pedagang UMKM yang berada di sekitar venue utama. Sebanyak 8 gerobak diminta bergeser agar area tetap rapi, bersih, dan nyaman bagi wisatawan.

“UMKM di kawasan ini justru kita beri kesempatan. Karena pengunjung pasti datang untuk makan dan minum. Tapi kita minta komitmen mereka soal kerapian, kebersihan, dan penataan posisi gerobaknya. Mereka sudah sepakat,” tuturnya.

Hasan juga menegaskan bahwa program Melayu Food bukan area berjualan, melainkan ajang promosi kuliner khas Melayu kepada pelaku industri pariwisata.

“Kita ingin hotel-hotel dan industri wisata tahu bahwa kuliner Melayu punya potensi besar. Akan ada enam konsep masakan Melayu yang dimasak langsung. Semua pengunjung bisa mencicipi gratis sebagai tester,” sebutnya.

Kepri mencatat angka kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1.446.000 orang per September 2026, dengan lonjakan signifikan pada Oktober seiring libur Deepavali.

Sebagian besar wisatawan masuk melalui Batam dan Bintan, namun Hasan berharap Tanjungpinang turut merasakan dampaknya melalui kegiatan internasional ini.

“Kita juga gandeng travel-travel dan hotel di Lagoi untuk membawa tamu ke sini. Harapannya, kawasan ini hidup dan angka kunjungan terus meningkat,” pungkasnya.(Ki)

Halaman Gedung LAM KepriKadispar KepriKepri Art Culture InternasionalPenataan UMKM
Comments (0)
Add Comment