Zonakepri.com – Pagi itu, suasana di Kolam Ikan Komandan Lanud Raden Sadjad, Natuna, terasa berbeda. Bukan derap langkah pasukan atau suara komando yang mendominasi, melainkan gelak tawa, riuh canda, dan sesekali teriakan penuh semangat saat kail berhasil menarik ikan dari dalam air.
Sabtu (25/4/2026), TNI Angkatan Udara merayakan hari jadinya yang ke-80 dengan cara yang sederhana namun penuh makna—lomba mancing mania yang digelar oleh Lanud Raden Sadjad.
Di tepi kolam, para peserta tampak fokus menatap pelampung yang sesekali bergoyang. Ada yang duduk santai, ada pula yang berdiri tegang, menunggu momen tepat untuk menarik joran. Ketika seekor ikan akhirnya berhasil diangkat, sorak sorai pun pecah, menciptakan suasana hangat yang jauh dari kesan formal militer.
Komandan Lanud RSA, Onesmus Gede Rai Aryadi, membuka kegiatan tersebut dengan pesan sederhana namun mendalam. Baginya, lomba ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang untuk mempererat kebersamaan di antara seluruh personel.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita memperkuat kekompakan dan membangun rasa kekeluargaan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta menikmati setiap momen dengan penuh kegembiraan, tetap menjunjung tinggi sportivitas, dan mengutamakan keselamatan.
Tak hanya soal menang atau kalah, panitia pun menghadirkan berbagai kategori unik—mulai dari ikan terbanyak, ikan pertama yang berhasil ditarik, hingga ikan terbesar, terberat, bahkan yang terkecil. Semua itu semakin menambah semarak sekaligus memicu antusiasme peserta.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I Lanud RSA Ny. Marni Onesmus Pasaribu, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Dr. Erwin Indrapraja, Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman, serta Kepala BMKG Ranai Rafael Alesandro Marbun. Kehadiran mereka semakin memperkuat nuansa kebersamaan lintas instansi.
Di tengah kesibukan tugas menjaga kedaulatan udara, momen seperti ini menjadi ruang jeda yang berharga. Tawa yang pecah di tepi kolam, obrolan santai antar peserta, hingga semangat kompetisi yang sehat, semuanya menyatu dalam satu tujuan: mempererat ikatan sebagai satu keluarga besar.
Hari itu, di Natuna, perayaan HUT ke-80 TNI AU tidak hanya tentang seremoni. Ia hidup dalam kebersamaan—di antara joran, ikan, dan tawa yang mengalir tanpa sekat.
Mengusung semangat “Pengabdian Tanpa Batas TNI AU AMPUH Indonesia Maju,” kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi tidak hanya dibangun dari disiplin dan tugas, tetapi juga dari kebersamaan yang tulus. (Zubadri)