Zonakepri.com – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Natuna belum berakhir.
Hingga September 2026, tercatat sebanyak 142 kejadian Karhutla, sehingga Bupati Natuna Cen Sui Lan memastikan seluruh unsur Satgas Karhutla, BPBD dan Damkar tetap siaga 24 jam di sejumlah wilayah rawan kebakaran.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Natuna tidak akan lengah dalam menghadapi potensi Karhutla yang masih mengancam. Musim panas masih berlangsung dan curah hujan sangat minim menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kita tak mau lengah dan tidak menganggap sepele potensi Karhutla ini. Kita antisipasi dengan serius dan kita tangani dengan sungguh-sungguh. Salah satu caranya, kita siapkan personel dan sarana prasarana selama 24 jam di kawasan-kawasan yang teridentifikasi rawan kebakaran,” kata Cen Sui Lan melalui sambungan telepon, Selasa (8/9/2026).
Menurut Cen, personel yang disiagakan di lapangan menjalankan berbagai tugas, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, penjagaan kawasan rawan, pemadaman bara api hingga melakukan koordinasi cepat apabila terjadi kebakaran dalam skala besar.
“Mereka tetap berada di situ, meskipun alhamdulillah untuk dua hari belakangan ini tidak ada peristiwa besar. Kita berdoa dan berharap semoga cepat turun hujan agar tidak ada lagi kebakaran besar seperti kemarin sehingga hutan dan kawasan kita tetap aman,” ungkapnya.
Cen juga mengaku bersyukur atas sinergi dan kekompakan seluruh Tim Satgas Karhutla Kabupaten Natuna dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
“Alhamdulillah kita kompak sekali bahu-membahu mengatasi bencana ini. TNI AU, AL, AD, Polres dan instansi terkait lainnya juga berupaya keras menangani Karhutla. Mereka bukan hanya menurunkan personel, tapi juga sarana dan prasarana yang lengkap sehingga peristiwa-peristiwa besar selalu dapat kita atasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Natuna, Zulheppy, mengatakan jumlah kejadian Karhutla di Kabupaten Natuna terus mengalami penambahan hingga awal September 2026.
“Senin kemarin bertambah dua kejadian. Sehingga total kejadian dari Januari 2026 sampai September ini berjumlah 142 kejadian Karhutla,” jelas Zulheppy.
Ia mengatakan, BPBD Natuna secara rutin terus melakukan berbagai kegiatan pencegahan, mulai dari sosialisasi, penyebaran informasi hingga menyediakan sarana pelaporan bagi masyarakat agar segera menyampaikan informasi apabila menemukan kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya.
Selain itu, BPBD juga terus melakukan pemantauan, penjagaan serta tindakan pengendalian dan penanganan apabila terjadi Karhutla.
“Maka petugas kami standby 24 jam di wilayah-wilayah rawan. Mereka mobile sesuai regu piket. Jam piket mereka mulai pukul 07.00 sampai 19.00 dan pukul 20.00 sampai 07.00. Jadi titik-titik rawan itu tetap kita jaga,” papar Zulheppy.
Menurutnya, potensi Karhutla terdapat di seluruh kecamatan di Kabupaten Natuna. Namun, tingkat kerawanan di setiap wilayah berbeda-beda.
Dua wilayah yang menjadi perhatian khusus karena tingkat kerawanannya cukup tinggi yakni Kecamatan Bunguran Batubi dan Kecamatan Bunguran Timur.
Bahkan, per 8 September 2026, BPBD Kabupaten Natuna menambah sarana posko berupa tenda penjagaan di kawasan Hutan Batubi dengan dukungan dari Satuan Tugas Polres Natuna.
“Kedua wilayah ini kita jaga betul karena memang rawan. Tapi kemarin di sebagian wilayah Kecamatan Bunguran Timur ada hujan, meskipun sifatnya lokal. Mudah-mudahan segera datang hujan yang merata agar tidak ada lagi peristiwa Karhutla,” harapnya.
Zulheppy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh komponen Satgas Karhutla Kabupaten Natuna yang selama ini bekerja keras melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran.
“TNI kita dari semua matra semuanya bekerja keras, begitu juga Polres Natuna dan komponen lainnya. Mereka siang malam bekerja keras menghadapi bencana Karhutla ini. Kami sangat mengapresiasi soliditas dan kerja sama yang baik ini,” pungkasnya. (Zubadri)