Zonakepri.com – Suasana Hotel Metro yang berada di kawasan Pelantar I, Kota Tanjungpinang, mendadak gempar pada Selasa pagi (1/7/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Seorang tamu hotel ditemukan tak bernyawa di dalam kamar bernomor 204. Korban diketahui bernama Azman (43), seorang pria asal Kabupaten Lingga yang berprofesi sebagai nelayan.
Penemuan jenazah berawal dari kecurigaan salah satu pekerja hotel, Siti Rohma, yang hendak memastikan apakah korban ingin memperpanjang masa inapnya. Namun, saat pintu kamar diketuk, tak ada balasan dari dalam.
“Sudah saya ketok-ketok tapi nggak balasan,” ujar Siti kepada awak media, 1 Juli 2025.
Merasa ada yang tidak biasa, Siti sempat mencoba membuka pintu dengan kunci cadangan, tetapi gagal karena pintu terganjal oleh besi dari dalam.
Ia kemudian meminta bantuan adiknya yang kebetulan datang ke hotel, dan bersama-sama mereka berhasil membuka pintu kamar tersebut.
“Pas sudah kebuka, dia sudah begitu… dalam posisi terlentang. Saya langsung lapor ke bos, dan bos langsung hubungi polisi,” ungkap Siti.
Kepolisian Sektor Tanjungpinang Kota yang menerima laporan tersebut langsung bergerak cepat. Tim identifikasi turun ke lokasi dan melakukan pemeriksaan awal.
Kapolsek Tanjungpinang Kota, Iptu Misyamsu Alson, membenarkan penemuan jenazah tersebut dan menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Kami dapat laporan sekitar jam 11.00 dan langsung tindak lanjuti. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dugaan penyebab kematian masih menunggu hasil visum dari rumah sakit,” jelas Alson.
Dari keterangan pihak hotel, Azman tercatat menginap sejak tanggal 27 Juni. Awalnya, ia menempati kamar 205, namun karena merasa tidak nyaman dan mengaku dihantui oleh “bayangan hitam”, korban meminta untuk dipindahkan ke kamar 204.
“Katanya merasa diikuti bayangan. Makanya dia minta pindah kamar,” tutur Siti, mengulang cerita Azman.
Selain itu, pihak kepolisian juga menemukan beberapa jenis obat-obatan di kamar korban.
Meski demikian, Alson mengatakan pihaknya masih mendalami jenis dan kaitan obat-obatan tersebut dengan kematian korban.
“Korban diperkirakan sudah meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan. Saat ini jenazah telah dibawa ke RSUD RAT Tanjungpinang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutup Alson. (Ki)