Ketika nelayan pencari ikan mendekati kapal yang berhenti tersebut, dengan maksud untuk mencari tahu kenapa kapal tersebut berhenti dan siapa didalam kapal itu, tiba tiba ada teriakan orang dari kapal asing dengan bahasa yang tak dikenal masyarakat Indonesia. yakni bahasa Vienam. Dalam kapal tersebut, tersedia tabung oksigen ukuran besar dalam jumlah lebih dari 4 biji. selain itu, ada kumpulan selang yang terjuntai ke bawah kapal yakni dasar laut.
Adi, salah seorang nelayan yang mencoba mendekati kapal asing pada Jumat 27 Juni disusul 28 Juni 2014 mengatakan kapal yang ditumpangi ketika hendak mendekat kapal asing akan dilempar bensin yang dimasukkan dalam kantong oleh ABK kapal asing. Namun, cepat cepat menjauh kapal yang ditumpangi Adi.
ketika hendak meninggalkan kapal asing tersebut, dalam jarak beberapa meter terlihat kapal pengawas perikanan Direktorat Jenderal Pengawasan Kelautan dan Perikanan dengan nama Hiu Macan 001 dengan nomor lambung 301. ketika kapal Adi mencoba mendekat dengan maksud untuk melaporkan adanya kapal asing di tengah laut, malahan kapal pengawas ngibrit tancap gas menjauh dari lokasi.,diduga ada keterkaitannya dalam penjarahan harta karun ini antara pihak penjarah dan kapalPengawas Perikanan Direktorat Jenderal Pengawasan Kelautan dan Perikanan.
“Kami semua heran, kenapa kapal pengawas malah lari mengetahui kapal nelayan akan mendekat. Kenapa kapal pengawas tidak menindak adanya kapal asing yang berhenti di tengah laut sampai berhari hari. Apakah ada kerjasama antara kapal asing dengan kapal pengawas untuk menjarah harta karun,”?sebut Marlis Markan dari lembaga pengawas perikanan dan Kelautan Kepri saat berada di kapal nelayan 28 Juni 2014.
Marlis Markan mengaku geram ketika kapal pengawas malah melarikan diri ketika hendak diberi tahu dan didekati kapal nelayan akan adanya kapal asing berhenti berhari hari di tengah laut. Harapannya, pemerintah pusat harus secepatnya bertindak terhadap aparatur yang tidak bertanggung jawab. Sekaligus menyelematkan harta karun di perairan Numbing Kabupaten Bintan Provinsi Kepri(irul)