Tanjungpinang,Zonakepri-Pertemuan antara Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan sore hingga malam hari di sekitar Gedung Gonggong dengan Pemko dan DPRD Tanjungpinang belum membuahkan kesepakatan bersama.
Pertemuan yang berlangsung Ruang Perpusatakaan, Arsip Dan Museum Kota Tanjungpinang, Kamis 26 Desember 2019, dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga dan Wakil Walikota Rahma SIp dihadiri sekitar 38 pedagang.
Walikota Tanjungpinang Syahrul SPd menyikapi aksi PKL yang mendatangi rumah pribadi di KM 9 Tanjungpinang beberapa hari lalu menyatakan Pemko Tanjungpinang merelokasi PKL untuk menegakkan Perda Ketertiban Umum Nomor 8 Tahun 2015. “Perda ini sudah berjalan dua tahun lebih, namun belum terlaksana hingga saat ini. Kami hanya menjalankan Perda saja,”sebutnya.
Sementara itu, Ipan bersama pedagang yang lain menyatakan belum bersedia direlokasi di tempat baru yakni kawasan Melayu Square tepatnya depan Gedung ADB Tepi laut Tanjungpinang. Meski lokasi jualan baru sudah tersedia, untuk bulan pertama bebas dari biaya sewa Rp60 ribu, namun PKL masih bersikeras dan sepakat untuk tetap berjualan di sekitar Gedung Gonggong Tanjungpinang.
“Pada pertemuan PKL dan Pemko serta DPRD Kota Tanjungpinang tadi, belum ada putusan bersama. Kami masih belum bersedia direlokasi,”sebut Ipan penjual minuman diaminkan pedagang lain Nanik yang berjualan Tela Tela.
Menurut Nanik, lokasi baru di Melayu Square sepi dari pengunjung. Dulu pedagang makanan di Melayu Square banyak, namun angsur angsur berkurang, karena sepi pengunjung. Sementara pengunjung di sekitar gedung Gonggong cukup ramai, karena ada permainan anak anak. Saat sore dan liburan, anak anak banyak bermain di sekitar Gedung Gonggong bersama orang tuanya.
“Harga makanan yang Kami jual cukup murah dan terjangkau bagi orang tua yang membawa anaknya bermain. Mulai minuman hingga cemilan tak ada yang mahal,”ungkapnya.
Menurutnya, jika lokasi relokasi menjanjikan pendapatan yang memadai dipungut setiap bukan tak apa. Namun jika relokasi di tempat baru sepi pembeli, maka uang yang didapat cukup untuk bayar sewa saja setiap bulan,” keluhnya.(red)