Puluhan Tenaga Kependidikan Non ASN Diduga Jadi Korban Penipuan Oknum Disdik Kepri

Ilustrasi (net)

Zonakepri.com – Sekitar 40 orang tenaga kependidikan (Tendik) atau PTK Non ASN jenjang SMA dan SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dikabarkan menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh sejumlah oknum pegawai pemerintah.

Salah satu korban, sebut saja Putra, menceritakan bahwa dirinya bersama puluhan rekan lainnya diminta menyetor sejumlah uang oleh tiga orang tenaga P3K di Disdik Kepri yang sebelumnya juga pernah berstatus honorer. Ketiganya berinisial RK, DT, dan I.

“Waktu itu kami dijanjikan akan diterima sebagai PTK Non ASN pada seleksi bulan Juli 2024, tapi harus menyetorkan uang terlebih dahulu. Jumlahnya bervariasi, antara Rp10 juta sampai Rp20 juta per orang,” ungkap Putra.

Namun, harapan untuk bisa bekerja justru berakhir dengan kekecewaan. Menurut Putra, setelah sempat bekerja beberapa bulan, pada awal tahun 2025 mereka justru dirumahkan tanpa alasan yang jelas.

“Awalnya kami percaya karena mereka juga bekerja di Disdik. Tapi setelah kami tidak lagi diperpanjang, uang yang sudah disetorkan pun tidak dikembalikan. Kami sudah beberapa kali menagih, tapi hasilnya nihil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Putra menyebut salah satu dari ketiga oknum tersebut juga sempat meminta potongan gaji dari para PTK Non ASN yang berhasil masuk, dengan dalih sebagai tanda terima kasih karena telah membantu proses penerimaan.

“Bahkan RK meminta gaji kami dari bulan Juli, padahal kami baru mulai bekerja pada akhir Agustus 2024,” tambahnya.

Ia menuturkan, jumlah korban mencapai sekitar 40 orang yang tersebar di sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di wilayah Kepri. Para korban merasa tertipu karena sudah mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk bisa bekerja, tetapi justru diberhentikan beberapa bulan kemudian.

“Kami merasa sangat dirugikan. Uang yang kami serahkan bukan jumlah kecil. Kami berharap pihak berwenang turun tangan dan memberikan keadilan bagi kami semua,” tegas Putra.

Sementara itu, Kadisdik Kepri, Andi Agung saat dikonfirmasi tidak mengetahui informasi adanya honorer yang baru dilantik P3K menjadi calo PTK Non ASN Lingkungan Disdik Kepri.

Saat ditanyakan mengenai salah seorang yang diduga sebagai otak calo berinisal RK, dirinya menyebut belum pernah mendengar nama yang bersangkutan.

“Saya belum tahu nama itu. Saya akan segera cek siapa dia dan dibagian apa,” singkatnya.

Sementara, Kabid PTK Disdik Kepri, Suhono saat dikonfirmasi, tidak merespon dan memberikan keterangan resmi.

Dari informasi yang dapat dihimpun dari korban, ketiganya merupakan bawahan dari Suhono yang merupakan Kabid PTK Disdik Kepri.(Ki)

Diduga ditipuDisdik KepriOknum ASNTenaga kependidikan.
Comments (0)
Add Comment