Dalam agenda rapat disampaikan ekspose Dinas Kesehatan terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Tanjungpinang, Dinas Perdagangan dan Perindustrian terkait kondisi kebutuhan pokok jelang Ramadhan dan Idul Fitri, serta pembahasan penting lainnya.
Terkait vaksinasi, Rahma menargetkan masyarakat Kota Tanjungpinang yang berhak menerima vaksin dapat segera dilakukan vaksinasi dosis 1 dan 2. Setelah tenaga kesehatan, selanjutnya bagi petugas pelayanan publik, TNI, Polri, aparat hukum dan kelompok lanjut usia 60 tahun ke atas. “jumlah stok vaksin cukup untuk tahap kedua ini, karena sebagian petugas pelayanan publik, TNI, Polri dan lansia sudah dilaksanakan, sementara untuk perbankan dan lain-lain belum, untuk itu ditargetkan vaksinasi tersebut dapat selesai sebelum bulan Ramadhan,” ungkap Rahma.
Berdasarkan data perkembangan vaksinasi Covid-19 Kota Tanjungpinang yang dipaparkan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Dr. Nugraheni menyampaikan untuk tenaga kesehatan pada dosis 1 telah divaksin sebanyak 2.613 dan dosis 2 sebanyak 2.553. lansia diatas 60 tahun dosis 1 sebanyak 4.448 dan dosis 2 baru 8 orang, dan untuk Petugas pelayanan publik dosis 1 sebanyak 8.461 dan dosis 2 sebanyak 2.357.
Mengenai kebutuhan barang pokok menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang dipaparkan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, DR. H. Atmadinata, M.Pd menyampaikan terkait ketersediaan barang pokok pada bulan Maret 2021, stok beras, minyak goreng, gula pasir dalam jumlah yang aman. “Untuk kebutuhan ayam dan daging akan ada penambahan dari pemasok karena akan memasuki bulan suci Ramadhan, dipastikanjj permintaan ayam dan daging meningkat,” ungkap Atma.
Rahma mengatakan terkait kebutuhan harga pokok dan ketersediaan bahan pokok di Kota Tanjungpinang, akan dilakukan peninjauan ke pasar agar tidak ada lonjakan harga yang signifikan. “Kita punya TPID, maka dari itu kita akan lakukan operasi pasar, disini akan kita pantau agar tidak ada lonjakan harga jelang Ramadhan dan Idul Fitri, kita juga akan melakukan pengawasan agar ketersediaan stok bahan pokok mencukupi,” lanjutnya.(prokopim)