Zonakepri.com – Kenaikan harga avtur berdampak langsung pada tarif tiket pesawat di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang dalam beberapa hari terakhir.
General Manager PT Angkasa Pura Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, mengungkapkan bahwa harga avtur mengalami lonjakan signifikan hingga memengaruhi harga tiket penerbangan.
“Avtur ini mengalami kenaikan harga sekitar 70 sampai 90 persen dari tarif normal. Jadi memang per April ini sudah tidak bisa ditahan terkait kenaikan harga tiket,” ujarnya, 10 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah berupaya menekan kenaikan harga tiket melalui sejumlah kebijakan, agar tidak mengalami lonjakan yang terlalu tinggi.
“Pemerintah juga sudah berupaya memberikan sejumlah kebijakan agar tidak ada kenaikan, jikapun mengalami kenaikan tidak lebih dari 13 persen,” tambahnya.
Namun, lonjakan harga avtur yang cukup tajam membuat kenaikan tiket tidak dapat dihindari. Dalam dua hari terakhir, tarif penerbangan dari Tanjungpinang maupun sebaliknya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Sudah dua hari ini tiket pesawat mengalami peningkatan. Seperti maskapai Batik Air tujuan Tanjungpinang–Jakarta maupun sebaliknya naik sekitar Rp400.000 per tiket. Kemudian untuk maskapai Citilink mengalami kenaikan sekitar Rp350.000 sampai Rp380.000,” jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga tiket ini bersifat fluktuatif mengikuti kondisi harga avtur. Jika harga avtur kembali normal, maka tarif tiket juga akan menyesuaikan.
“Jika harga avtur kembali normal, harga tiket pasti akan mengalami penurunan kembali sesuai harga normalnya, karena perhitungan kenaikan tiket ini salah satu nya disebabkan oleh kenaikan harga avtur,” pungkasnya. (Ki)