Tingkatkan Perekonomian, Pemprov Kepri Tegaskan Setiap Event Libatkan UMKM Lokal 

Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura

Zonakepri.com – Di tengah persiapan 13 event besar yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang November 2025, perhatian publik tak hanya tertuju pada kemeriahan acara, tetapi juga pada peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM lokal.

Pemerintah menegaskan bahwa setiap event wajib melibatkan pelaku usaha mikro dari daerah penyelenggara agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat bawah.

Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menekankan pentingnya keterlibatan langsung pelaku UMKM dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan. Menurutnya, event bukan hanya soal hiburan dan wisata, tetapi juga momentum pemerataan ekonomi lintas kabupaten dan kota.

“Setiap daerah yang menggelar event, wajib menampilkan UMKM dari wilayahnya sendiri. Kalau event di Tanjungpinang, maka UMKM Tanjungpinang yang harus tampil. Begitu juga dengan Batam, Bintan, hingga Karimun. Kita ingin ekonomi lokal benar-benar bergerak, bukan hanya untuk pemain besar,” tegas Nyanyang, Senin (27/10/2025).

Pendekatan ini diharapkan dapat membuka ruang bagi pelaku UMKM baru, terutama yang bergerak di sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga industri kreatif.

Pemerintah Provinsi juga mendorong agar setiap event memiliki zona khusus bagi UMKM lokal sebagai ajang promosi dan penjualan produk unggulan daerah.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan mekanisme agar peluang usaha tidak hanya dimonopoli oleh vendor besar. Dengan koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, setiap pelaku usaha kecil akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.

“Kalau tidak ada UMKM, siapa yang akan jualan di lokasi event? Kita ingin semua sektor ikut berputar mulai dari transportasi, penginapan, hingga kuliner lokal. Itulah roda ekonomi yang kita maksud,” tambah Nyanyang.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menguatkan ekosistem ekonomi daerah, sekaligus mendorong peningkatan daya saing UMKM baru yang selama ini belum terlibat dalam kegiatan berskala besar.

Lebih lanjut, Nyanyang mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan 2 juta wisatawan mancanegara dan lebih dari 3,7 juta wisatawan domestik untuk berkunjung ke Kepri pada tahun 2025.

Dengan 13 event yang telah disiapkan, ia berharap geliat pariwisata Kepri kembali bangkit pascapandemi.

“Event ini kita mulai dari ajang maraton dengan lebih dari 3.100 peserta, hingga beragam kegiatan lain di Batam, Tanjungpinang, Bintan, Natuna, dan Anambas. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan kabupaten dan kota agar seluruh kegiatan berjalan lancar dan memberi dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Menurut Nyanyang, keberhasilan penyelenggaraan event tidak hanya diukur dari kemeriahannya atau banyaknya pengunjung, melainkan juga dari seberapa besar dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.

Oleh karena itu, pemerintah memastikan adanya pengawasan dan koordinasi agar peluang ekonomi tidak hanya dikuasai oleh pelaku usaha besar.

“Kita support penuh semua event ini, baik dari fasilitas tempat maupun koordinasi dengan pihak hotel dan pengelola venue. Pemerintah wajib memastikan ekosistem ekonomi berjalan dengan baik dan inklusif,” pungkasnya.(Ki)

Event di KepriLibatkan UMKM LokalWagub Kepri
Comments (0)
Add Comment