Tujuh Makam Kuno, Jejak Sejarah di Kampung Tua Segeram Natuna

Sidik, sesepuh warga Natuna

Zonakepri.com – Selama enam bulan terakhir, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna menemukan beragam hal unik dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Tua Segeram, Kabupaten Natuna.

Mulai dari kehidupan sosial warga, budaya lokal, hingga penemuan bersejarah yang menyimpan nilai warisan masa lampau.

Sejak pengabdian dimulai pada 7 Mei 2025 hingga 7 November 2025, mahasiswa menjumpai berbagai temuan di lapangan. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah penemuan tujuh makam tua yang diyakini sebagai makam para leluhur Kampung Segeram.

“Kami langsung mengunjungi beberapa makam yang ditemukan warga Segeram. Saat ini sudah ada tujuh makam yang berhasil diidentifikasi,” ujar Tata, salah satu mahasiswa STAI Natuna yang tengah menjalankan tugas pengabdian di kampung tersebut.

Makam-makam itu tampak unik. Batu nisan terbuat dari batu karang laut yang diukir, menunjukkan ciri khas tradisi masyarakat pesisir masa lalu.

“Batu nisan itu benar-benar dari batu karang. Dari bentuknya saja sudah terlihat tua,” tambah Tata, Rabu 5 November 2025.

Menurut Bapak Sidik, warga setempat yang menjadi penunjuk jalan para mahasiswa, makam-makam tersebut sudah ada jauh sebelum kampung ini diberi nama Segeram.

“Makam inilah yang jadi sejarah awal. Sebelum kampung ini bernama Segeram, makam ini sudah ada,” ungkapnya sambil menatap batu nisan yang tertata rapi di bawah rimbunnya pepohonan.

Sidik mengaku menemukan makam-makam itu setelah kembali dari perantauan selama 15 tahun di Kabupaten Lingga. Ia percaya makam tersebut memiliki keterkaitan dengan sejarah di Daik Lingga, pusat kerajaan Melayu masa lampau.

“Waktu saya di Lingga, Datuk di sana berpesan supaya saya rawat makam ini. Karena Lingga dan Pulau Tujuh itu ibarat kakak beradik,” katanya.

Sejak saat itu, Sidik rutin membersihkan dan merawat area makam, meski tak semua warga mempercayai kisah spiritual yang ia alami.

“Sering kali makam ini muncul dalam mimpi saya. Tapi saya tidak peduli orang percaya atau tidak. Yang penting saya jalankan pesan Datuk,” ujarnya dengan nada mantap.

Berikut Nama-nama Makam ditemukan:
1. Datuk Panglima Putih
2. Panglima Hujan
3. Panglima Kuning
4. Panglima Balang
5. Panglima Megat
6. Panglima Hitam

Untuk nama makam ketujuh masih dalam identifikasi.

Kini, tujuh makam leluhur itu menjadi situs bersejarah yang menyimpan identitas dan kebanggaan masyarakat Segeram. Keberadaannya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga simbol keterikatan sejarah antara Pulau Tujuh dan Daik Lingga yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.

Warisan budaya seperti ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan hanya milik masa lampau, melainkan juga jembatan yang menghubungkan generasi sekarang dengan akar asal-usulnya. (Zubadri)

Di kampung Segeram NatunaJejak sejarah masa lampauMahasiswa Pengabdian MasyarakatMakam kuno
Comments (0)
Add Comment