BMKG : Kondisi Cuaca Tanjungpinang Didominasi Berawan Hingga Hujan Lokal 

Zonakepri.com-Dalam dua hari terakhir telah terjadi hujan lokal disejumlah wilayah di Kota Tanjungpinang.

Setelah beberapa bulan sebelumnya, cuaca panas berkepanjangan melanda Kota Tanjungpinang. Hingga mengakibatkan sumur sumur warga mengalami penyusutan demikian juga waduk waduk penampungan air.

Prakirawan BMKG Bandara RHF Tanjungpinang Aurelia Ira Stevi Manabung menyebutkan secara umum, kondisi cuaca di Kota Tanjungpinang dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir didominasi berawan hingga berawan tebal, dengan hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal terjadi pada 30 Maret 2026.

Kondisi ini dipengaruhi oleh anomali suhu muka laut di perairan utara Kepulauan Riau yang berada pada kategori bawah normal hingga normal, sehingga pasokan uap air atmosfer ke wilayah Pulau Bintan relatif berkurang.

Dampaknya, pembentukan awan hujan, khususnya awan konvektif, menjadi terbatas dalam beberapa hari terakhir.

Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini berada pada fase suppressed di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan awan hujan sedang melemah, sehingga peluang terjadinya hujan menjadi lebih kecil. Sementara itu, fenomena iklim global seperti El Niño–Southern Oscillation (El Niño/La Niña) dan Indian Ocean Dipole berada dalam kondisi netral, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap cuaca di wilayah ini.

“Dalam dua hari terakhir menjelang akhir Maret 2026, kecepatan angin di lapisan sekitar 3000 kaki cenderung melemah dan fase suppressed MJO mulai bergerak ke arah timur meninggalkan wilayah Bintan. Kondisi ini diperkirakan akan lebih mendukung pertumbuhan awan konvektif, termasuk awan Cumulonimbus, yang berpotensi menghasilkan hujan signifikan,”terangnya 31 Maret 2026.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca di Tanjungpinang pada periode 31 Maret hingga 7 April 2026 masih didominasi berawan hingga berawan tebal, dengan potensi hujan lokal pada:

• 31 Maret – 1 April 2026

• 4 – 7 April 2026

Untuk prakiraan bulanan, curah hujan pada:

• April diperkirakan kategori menengah (50–150 mm/bulan)

• Mei meningkat menjadi menengah hingga tinggi (100–200 mm/bulan)

• Juni kembali menurun namun masih menengah (75–150 mm/bulan)

Hal ini menunjukkan bahwa potensi hujan akan meningkat secara bertahap mulai April dan mencapai puncaknya pada periode April–Mei.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang cepat.

Kondisi dinamika atmosfer saat ini yang mulai mendukung pertumbuhan awan Cumulonimbus menyebabkan adanya potensi cuaca hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari.

Informasi cuaca terbaru dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG atau laman resmi https://www.cuaca.bmkg.go.id dan https://iklim.bmkg.go.id.(rul)

 

BMKG TanjungpinangMendung hingga hujan lokalPrakiraan cuaca
Comments (0)
Add Comment