Zonakepri.com-Kondisi cuaca pada hari Rabu 11 Februari 2026 untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan pada dini hari hingga siang menjelang sore secara umum cerah berawan hingga berawan.
Sementara pada akhir malam hari hingga dini hari diprakirakan berpotensi hujan ringan.
Hayu Nur Mahron, Prakirawan Stasiun Meteorologi RHF Tanjungpinang menyebutkan kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah adanya pola belokan angin (shearline) yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan di Kepulauan Riau khususnya Pulau Bintan.
Suhu muka laut yang relatif cukup hangat dengan anomali suhu permukaan laut yang cenderung netral (-0.5 s.d. 0.5) juga turut berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Pulau Bintan.
“Prakiraan cuaca untuk seminggu kedepan mulai dari tanggal 12 Februari – 18 Februari 2026 diprakirakan secara umum berawan, namun masih terdapat potensi hujan ringan – lebat yang berskala lokal,”sebutnya, Rabu 11 Februari 2026.
Hal ini didukung oleh adanya aktivitas MJO di wilayah Indonesia bagian barat yang dapat meningkatan pertumbuhan awan hujan.
Kemudian, indeks labilitas atmosfer juga menunjukkan nilai dengan kategori sedang (moderate) yang berarti adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat menghasilkan hujan petir di sekitar wilayah Pulau Bintan.
Kemudian untuk kondisi cuaca pada hari ini di perairan Bintan dan Tanjungpinang diprakirakan terjadi hujan ringan dengan kondisi ketinggian gelombang laut dalam kategori rendah berkisar antara 0.5 – 1.25 meter dengan kecepatan arus 60 – 100 cm/detik ke arah Selatan.
Sementara itu, kondisi cuaca perairan Bintan dan Tanjungpinang selama sepekan kedepan diprakirakan secara umum berawan dan masih berpotensi terjadi hujan ringan – lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, dan tinggi gelombang diprakirakan dalam kategori rendah hingga sedang berkisar antara 0.5 sd 1.5 meter serta kecepatan arus 50 – 100 cm/detik ke arah Timur – Barat Daya.
Untuk itu masyarakat perlu mewaspadai potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, angin kencang, dan tanah longsor.
Masyarakat juga dihimbau untuk selalu memantau informasi terupdate perkembangan cuaca dan iklim melalui aplikasi InfoBMKG dan media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau dapat mengakses website https://www.cuaca.bmkg.go.id
(Rul)