Cuaca Panas dan Minim Hujan, BMKG: Nilai Indeks El Nino Kategori Sangat Kuat

Zonakepri.com- Kondisi cuaca panas terik dan minim curah hujan dalam beberapa hari terakhir melanda Kota Tanjungpinang dan sekitarnya.

Bahkan dampak akibat cuaca panas terik dan minim curah hujan tersebut telah terjadi kebakaran lahan di sejumlah lokasi.

Berdasarkan pantauan BMKG Bandara RHF Tanjungpinang kondisi cuaca saat ini merupakan dinamika atmosfer yang menunjukkan nilai Indeks El Nino sebesar +2.02 (kategori sangat kuat), indeks IOD dan MJO juga menunjukkan tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas/pola konvektif di wilayah Indonesia terutama di bagian barat.

“Kondisi fenomena skala global tersebut berdampak pada pengurangan jumlah curah hujan di wilayah Indonesia secara umum,”sebut Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi RHF Tanjungpinang, Muhammad Fadris D, pada 8 Agustus 2026.

Menurutnya kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang yang terasa cukup panas pada beberapa hari ini disebabkan oleh minimnya pertumbuhan awan sehingga intensitas sinar matahari yang diterima cukup besar. Kondisi angin Monsun Australia yang bergerak dari arah Selatan Indonesia menuju ke Utara dengan membawa udara yang cenderung kering/ minim uap air juga dapat mendukung peningkatan suhu udara.

“Suhu udara maksimum yang tercatat oleh Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah untuk wilayah Kota Tanjungpinang tanggal 08 Agustus 2026 adalah sebesar 32.8°C. Kecepatan angin maksimum tercatat sebesar 12 knot (22 km/jam) dengan arah dominan dari Selatan,”terangnya.

Kondisi cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang hingga 7 hari kedepan diprakirakan masih didominasi oleh kondisi cerah berawan – berawan, namun kondisi pola angin yang diprakirakan masih terdapat pola belokkan angin (shearline) berpotensi kecil mendukung pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas ringan dengan skala lokal/ tidak merata dan durasi yang singkat khususnya di wilayah pesisir Pulau Bintan.

Kemudian untuk kondisi cuaca pada perairan Bintan dan Tanjungpinang dari tanggal 9 – 11 Agustus 2026 diprakirakan didominasi oleh kondisi Cerah Berawan – Berawan dengan masih terdapat potensi terjadi hujan ringan skala lokal/ tidak merata dengan durasi yang singkat. Adapun kondisi ketinggian gelombang dalam kategori Sedang berkisar antara 1.25 – 2.5 meter dengan kecepatan arus 0.9 – 2.3 m/detik ke arah Barat Daya.

Secara Klimatologis, pada bulan Agustus untuk Curah Hujan di wilayah Kota Tanjungpinang diprediksi dalam kategori Menengah (100 – 200 mm), dengan Sifat Hujan dalam kategori Normal – Atas Normal.

“Masyarakat diminta agar tetap mewaspadai adanya perubahan cuaca yang signifikan dan mewaspadai adanya titik panas (hotspot) serta kebakaran lahan akibat aktifitas masyarakat yang didukung oleh rendahnya curah hujan serta kondisi angin yang cukup kencang,”pesannya.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk selalu memantau informasi terupdate perkembangan cuaca dan iklim melalui aplikasi InfoBMKG dan media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau dapat mengakses website https://www.cuaca.bmkg.go.id. (rul)

 

 

BMKG TanjungpinangCuaca panas dan minim hujanNilai indeks El Nino sangat kuat
Comments (0)
Add Comment