Zonakepri.com – Tiga gerobak dagangan milik pedagang kaki lima di kawasan wisata Tepi Laut Tanjungpinang ambruk akibat terpaan angin kuat yang terjadi secara mendadak pada Minggu sore (15/6/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.
Pantauan di lokasi, cuaca saat sore tidak hujan, namun angin tiba tiba berhembus sangat kencang sehingga gerobak pedagang ambruk dan barang dagangan berserakan di tanah.
Kemasan plastik, alat masak, bahkan beberapa butir telur tampak pecah akibat terjatuh dari gerobak.
Salah satu pedagang yang gerobaknya ikut terdampak langsung mengamankan sisa dagangannya dan tampak sibuk mengemasi barang-barangnya.
“Angin cukup kuat langsung menumbangkan jualan kami,” ujar Amay pemilik salah satu gerobak.
Meski terlihat cukup mengejutkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang menyampaikan bahwa secara umum tidak terdeteksi adanya cuaca ekstrem atau angin kencang berskala besar di wilayah tersebut pada hari kejadian.
“Kecepatan angin dalam beberapa hari terakhir berada pada kisaran normal, antara 10 hingga 20 km/jam. Namun, dalam kondisi tertentu, bisa saja terjadi fenomena cuaca lokal seperti yang dipicu oleh awan Cumulonimbus,” ujar Arifah dari BMKG Tanjungpinang melalui sambungan WhatsApp resminya.
BMKG menjelaskan, awan Cumulonimbus (Cb) dapat memicu angin kencang lokal yang dikenal sebagai downburst atau gusty wind.
Fenomena ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan tidak terdeteksi oleh sistem pemantauan rutin karena sifatnya yang sangat lokal.
“Kecepatan angin dari fenomena ini bisa mencapai 20 knot atau sekitar 37 km/jam, dan bersifat sesaat. Karenanya, masyarakat tetap diimbau untuk waspada, terutama saat terlihat adanya awan gelap tinggi di langit,” pungkasnya. (Ki)