Gedung Megah Hingga Gerobak Bantuan Jualan di Tanjungpinang Masih Mangkrak

Zonakepri.com-Gedung pasar baru Tanjungpinang yang diberi nama Pasar Encik Puan Perak terdiri dari tiga blok bangunan megah yang terbilang baru dibangun dan diresmikan tahun 2024 lalu.

Pedagang memilih berjualan di pinggir jalan di kawasan Pasar Encik Puan Perak

Gedung Blok A terdiri dari tiga lantai, hanya lantai dasar saja yang dipergunakan pedagang untuk berjualan. Sedangkan gedung Blok B dan C hanya beberapa stan yang disewa sejumlah pedagang untuk berjualan. Sementara gedung Blok D sama sekali tidak ada pedagang yang berjualan. Padahal gedung Blok D ini terlihat megah karena dibangun dua lantai.

Diketahui, revitalisasi Pasar Baru Tanjungpinang ini dilakukan sejak 7 November 2022 hingga 31 Desember 2023. Pembangunannya menghabiskan biaya sekitar Rp 70 an miliar. Dan telah diresmikan Wapres Ma’ruf Amin pada September 2024 lalu.

Sementara itu, ada juga bangunan lain yang juga baru dibangun namun tidak dipergunakan atau mangkrak. Bangunan itu berupa kawasan kuliner Anjung Cahaya yang memiliki sekitar 52 kios jualan atau stan. Kawasan ini terlihat sepi, karena pedagang enggan berjualan dilokasi ini disebabkan sepi pembeli. Hanya beberapa stan yang dipergunakan pedagang untuk berjualan tepatnya kios yang berada di pinggir jalan. Peresmian kawasan anjung cahaya dilakukan pada 27 Januari 2024.

Tak kalah dari bangunan yang terkesan mangkrak, terdapat deretan gerobak bantuan jualan yang disediakan bagi pelaku UMKM untuk berjualan dj kawasan Gedung Dekranasda Kepri di kawasan tepi laut Tanjungpinang juga terlihat belum juga dimanfaatkan pedagang untuk berjualan hingga saat ini.

Demikian juga gerobak bantuan jualan di kawasan tepi laut Tanjungpinang untuk pelaku UMKM dari Pemda pun juga masih ada yang belum dipergunakan pedagang untuk berjualan. Deretan kios tertutup rapi berjajar di tepi laut.

Bangunan baru, kios jualan baru di kawasan anjung cahaya hingga gerobak bantuan yang baru diserahkan dan belum dimanfaatkan hingga saat ini tersebut menimbulkan kesan mubazir anggaran atau tidak tepat sasaran ataupun tidak sesuai peruntukkan. Sehingga bangunan megah maupun gerobak jualan menganggur.

Salah satu pedagang di lantai dasar Pasar Encik Puan Perak Blok A, Situmorang mengatakan sepi berjualan di lantai dasar. “Makin lama  bukan makin ramai tapi makin sepi. Pedagang akhirnya kembali berjualan di pinggir jalan agar laku dagangan,” sebutnya.

Sementara itu, Amay penjual sate yang sebelumnya berjualan di stan anjung cahaya juga mengaku sepi berjualan di stan Anjung Cahaya meski lokasi kios jualan berada di pinggir jalan yang mestinya strategis untuk berjualan. Amay mengaku dirinya mendapat gerobak jualan gratis dari Pemko dan lokasinya di kawasan tepi laut. Dengan bantuan gerobak gratis itu, akhirnya Amay pindah dari kawasan Anjung Cahaya ke Tepi laut hingga saat ini. “Daripada sewa stan di anjung cahaya memilih berjualan di tepi laut, karena pembeli pun tidak ramai juga,” ujarnya Senin 26 Januari 2026.

Pemko Tanjungpinang telah melakukan berbagai upaya agar Pasar Encik Puan Perak yang dibangun dengan dana APBN puluhan miliar bisa dimanfaatkan dengan sebaik baiknya. Mulai sewa kios jualan gratis, pemberian kupon berbelanja gratis di Pasar Encik Puan Perak hingga penertiban pedagang kaki lima oleh Satpol PP.

Sekretaris Satpol PP Tanjungpinang Fery Andana menyebutkan, pihaknya sudah menerima informasi adanya pedagang yang kembali berjualan di pinggir jalan pada pagi hari. Menurutnya Satpol PP telah menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan baik di kawasan Pasar Bintan Center maupun Pasar Baru Tanjungpinang. “Kemarin kita sudah terima laporan ada pedagang kaki lima berjualan lagi di pinggir jalan di kawasan pasar baru. Ada beberapa pedagang sudah ditertibkan. Akan kembali difokuskan setelah selesai penertiban pedagang kaki lima di kawasan pasar Bintan Center,”ujarnya belum lama ini. (rul)

 

 

 

 

 

Di TanjungpinangGedung megahHingga gerobak jualanMasih Mangkrak
Comments (0)
Add Comment