Menteri Wihaji Pastikan Penyaluran MBG Tepat Sasaran di Kepri

Menteri Wihaji saat menyalurkan MBG untuk ibu hamil bersama tim SPPG di kediaman

Zonakepri.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Wihaji, menegaskan komitmennya dalam memastikan program MBG (Makanan Bergizi Gratis) tepat sasaran, khususnya bagi kelompok prioritas yang disebut 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Wihaji menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden RI yang menugaskan kementeriannya untuk mendata, mendistribusikan, mengevaluasi, dan mengedukasi penerima manfaat MBG di seluruh daerah.

“Saya diperintah Pak Presiden selaku pembantu Presiden, ada tugas baru, yakni mendata, mendistribusikan, mengevaluasi, dan mengedukasi MBG khusus 3B Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD,” ujar Wihaji saat melakukan peninjauan ke lokasi pendistribusian MBG di Kota Tanjungpinang, Kamis 23 Oktober 2025.

Menurutnya, balita yang sudah masuk PAUD akan ditangani langsung oleh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi PAUD), sementara untuk balita non-PAUD dan ibu hamil serta menyusui akan menjadi tanggung jawab SPBG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) bersama TPK (Tim Pendamping Keluarga).

“SPBG nanti mendistribusikan ke Posyandu atau titik-titik hasil kesepakatan. Tugas dari TPK adalah mendistribusikan langsung dan memastikan penerima manfaat tepat sasaran,” jelasnya.

Dalam kunjungannya, Wihaji juga melakukan pengecekan langsung di lapangan. Ia bahkan ikut menggunakan sepeda motor untuk merasakan secara langsung proses distribusi MBG yang dilakukan para pendamping keluarga.

“Saya ingin tahu rasanya, karena memang yang mendistribusikan setiap hari itu pakai motor, bukan mobil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wihaji menekankan pentingnya pengawasan agar bantuan tidak salah sasaran. “Pastikan yang menerima ibu hamil, ibu menyusui, dan balita penerima manfaat. Jangan sampai yang makan justru suaminya,” tegasnya sambil tersenyum.

Ia juga menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menurunkan angka stunting, dengan fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

“Ini menjawab penyebab stunting akibat asupan gizi yang kurang. Kalau faktor lain seperti air bersih dan sanitasi, itu nanti diintervensi oleh sektor lain,” ungkapnya.

Wihaji menutup kunjungannya dengan mengapresiasi kerja keras petugas SPBG dan TPK di lapangan. Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat agar bantuan gizi ini benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.(Ki)

Menteri WihajiPastikan program MBGTepat sasaran di Kepri
Comments (0)
Add Comment