Tanjungpinang

305 ASN Pemko Tanjungpinang Terima Satyalancana Karya Satya

×

305 ASN Pemko Tanjungpinang Terima Satyalancana Karya Satya

Sebarkan artikel ini
Ratusan ASN Pemko Tanjungpinang menerima Satyalancana Karya Satya (F-Diskominfo)

Zonakepri.com – Puluhan tahun bekerja di pemerintahan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang aparatur sipil negara (ASN).

Bagi Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, nilai pengabdian justru terlihat dari seberapa banyak masyarakat yang terbantu dan kebaikan yang ditinggalkan.

“Jangan ukur keberhasilan pengabdian hanya dari berapa lama kita berdiri di dalam pemerintahan. Ukurlah dari berapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan setelah selesai kita mengabdi,” kata Lis saat penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 305 PNS Pemko Tanjungpinang di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Selasa (11/8/2026).

Lis menyebut lencana yang tersemat di dada para penerima bukan sekadar penghargaan atas masa kerja. Di baliknya ada perjalanan panjang, pengorbanan keluarga dan tanggung jawab yang dijalankan dalam berbagai situasi.

Karena itu, ukuran pengabdian tidak cukup dilihat dari lamanya bekerja maupun jabatan yang pernah diduduki. Yang lebih penting adalah berapa banyak warga yang dibantu, persoalan yang diselesaikan dan perubahan yang dihasilkan selama bertugas.

“Jabatan akan berakhir, pangkat akan berhenti, masa kerja akan selesai. Tetapi kebaikan dan karya yang kita tinggalkan akan terus dikenang,” ujarnya.

Di tengah birokrasi yang terus berubah, Lis berpesan agar kemajuan teknologi tidak menggeser nilai dasar dalam pelayanan. Cara kerja boleh berubah, sistem boleh semakin digital, tetapi kejujuran, tanggung jawab, disiplin, integritas dan kepedulian kepada masyarakat harus tetap dijaga.

“ASN boleh menggunakan AI, pelayanan boleh semakin digital, birokrasi semakin modern, tetapi jangan sampai teknologi membuat kita kehilangan hati,” ucap Lis.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat dan pemerintah yang profesional. Namun, warga juga membutuhkan aparatur yang ramah, peduli dan mampu memahami persoalan mereka.

“Pemerintahan bukan hanya tentang administrasi, tetapi tentang manusia dan kehidupan masyarakat yang harus kita layani,” tambahnya.

Bagi ASN yang memiliki masa pengabdian panjang, Lis berharap mereka terus memberikan yang terbaik dan tidak berhenti belajar. Justru pengalaman panjang tersebut harus menjadi sumber kebijaksanaan untuk membimbing dan menjadi teladan bagi generasi ASN yang lebih muda.

Semakin lama mengabdi, semakin besar pula tanggung jawab kepada masyarakat. Jabatan bukan kehormatan pribadi, melainkan amanah untuk memberi manfaat.

Lis juga mengajak para penerima Satyalancana melihat kembali perjalanan pengabdian mereka. Bukan hanya soal berapa lama bekerja atau jabatan apa yang pernah diduduki, tetapi berapa banyak kehidupan masyarakat yang menjadi lebih baik karena pekerjaan yang dilakukan.

Sebab, nilai tertinggi dari Satyalancana Karya Satya bukan hanya ketika lencana tersemat di dada, tetapi ketika seorang ASN tetap dikenang masyarakat setelah meninggalkan kedinasan karena pernah membantu, bekerja dengan jujur dan memberikan pelayanan dengan tulus.

“Nama mungkin akan dilupakan, tetapi kebaikan akan menemukan jalannya untuk selalu dikenang,” sebut Lis.

Sebanyak 305 PNS Pemko Tanjungpinang menerima Satyalancana Karya Satya berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 117/TK/Tahun 2025. Rinciannya, 151 orang menerima penghargaan masa pengabdian X tahun, 141 orang untuk XX tahun dan 13 orang untuk XXX tahun.

Turut hadir Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza dan jajaran kepala perangkat daerah PemkoTanjungpinang. (tc/Dinas Kominfo)