Zonakepri.com-Prospek cuaca di wilayah Pulau Bintan meliputi Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan hingga 3 hari ke depan (28 – 30 Oktober 2026) diprakirakan berawan dan terdapat potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir/kilat serta angin kencang.
Kondisi tersebut bisa terjadi pada pagi, siang, dan dini hari. Kondisi angin permukaan bertiup dari arah Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan 02 – 25 km/jam dengan suhu udara diprakirakan berkisar antara 24°C hingga 32°C.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang Robbi A. Anugrah menyatakan secara meteorologis kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Ekuator Rossby yang aktif di sekitar wilayah Kepulauan Riau turut berkontribusi dalam meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Pulau Bintan.
Selain itu, terpantaunya daerah belokan angin (shearline) di wilayah Pulau Bintan menyebabkan perlambatan massa udara dan berkontribusi terhadap pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan.
Aktifnya gelombang atmosfer di beberapa wilayah Indonesia yaitu di wilayah Sumatera, Jawa, dan sebagian Kalimantan menyebabkan kondisi cuaca didominasi oleh cuaca berawan dengan disertai hujan ringan hingga lebat termasuk wilayah Pulau Bintan pada beberapa hari sebelumnya.
Gangguan pola angin akibat dampak secara tidak langsung oleh aktifitas gelombang atmosfer tersebut juga terpantau di wilayah Kepulauan Riau dengan arah yang berasal dari Selatan – Barat Daya dengan kecepatan angin relatif rendah 2– 20 km/jam berdampak berkurangnya sebaran partikulat karhutla/asap di sekitar wilayah Pulau Bintan.
“Peningkatan curah hujan khususnya di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tidak dapat menjadi indikator utama pengurangan sebaran kabut asap di wilayah Pulau Bintan. Hal tersebut masih sangat bergantung pada kondisi kebakaran hutan/ lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan, serta kondisi arah pergerakan angin di sekitar wilayah Kepulauan Riau,”terangnya, 27 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan data hotspot terkini pada 27 Oktober 2026 pukul 16.11 WIB, tidak teridentifikasi adanya titik panas di sekitar wilayah Pulau Bintan. Meskipun demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi munculnya kabut asap lokal.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan citra satelit Himawari pada 27 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, wilayah Kabupaten Bintan masih terindikasi mengalami dampak kiriman kabut asap dari wilayah Pulau Kalimantan terutama wilayah Kecamatan Tambelan. Kondisi angin yang dominan bertiup dari arah Timur – Tenggara menyebabkan masih adanya potensi terbawanya partikulat asap karhutla dari wilayah sumber menuju ke Pulau Bintan dan sekitarnya.(Sumber: https://www.bmkg.go.id/cuaca/satelit/ citra-sebaran-asap)
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara PM2.5 terkini yang tersedia di wilayah Batam, konsentrasi PM2.5 pada 27 Oktober 2026 dominan berada pada kategori Sedang. Konsentrasi tertinggi terpantau pada tanggal 27 Oktober 2026 pukul 00.00 WIB, yaitu mencapai 39.7 µg/m³ (kategori Sedang).Sumber : https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/kualitas-udara/)
“Kualitas udara di wilayah Pulau Bintan saat ini sudah lebih baik dari kondisi sebelumnya, walaupun terpantau masih adanya sebaran asap karhutla di wilayah Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan,”sebutnya.
Berdasarkan hasil pengamatan alat observasi di Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah, yang berlokasi di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, jarak pandang mendatar hingga pukul 16.00 WIB hari ini berada pada kisaran 10 kilometer.
Masih adanya potensi sebaran kabut asap di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya dapat menyebabkan penurunan jarak pandang. Kondisi menurunnya jarak pandang oleh dinamika perubahan cuaca maupun kabut asap secara signifikan kedepannya masih perlu mendapatkan perhatian, terutama dalam mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan, karena jarak pandang yang semakin rendah dapat memengaruhi operasional di bandar udara, khususnya ketika mencapai kurang dari 3 kilometer.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta dampak kiriman asap dari wilayah Kalimantan dan wilayah sekitarnya, serta tetap memperhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat, khususnya saat melakukan aktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan,”pesannya.
Selain itu, masyarakat perlu memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai sebagai langkah perlindungan terhadap dampak penurunan kualitas udara
Informasi cuaca dan perkembangan kondisi atmosfer terkini dapat diperoleh melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi BMKG Tanjungpinang
di https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id
https://iklim.bmkg.go.id, serta media sosial resmi BMKG Tanjungpinang melalui Instagram @stamet.tanjungpinang.bmkg. (rul)










