
Zonakepri.com – Develover rumah bersubsidi ,PT. Sinar Multi Makmur Abadi menyatakan akan segera menyelesaikan secepat mungkin permasalahan sumur bor di Perumahan Kenangan Jaya 9. Belasan warga di perumahan itu, sebelumnya sempat memprotes sejumlah fasilitas yang tercantum didalam brosur namun belum dibangun oleh pihak developer.
Developer Perumahan Kenangan Jaya 9 Tanjungpinang, Apeng mengatakan bahwa fasiltas sumur bor, hingga semenisasi memang tercantum dalam brosur dan merupakan tanggungjawab dari pihaknya.
Menurutnya saat ini,terdapat 32 rumah yang ada di blok H dan I. Di dua blok tersebut memang hanya terdapat satu sumur bor saja, namun pihaknya tetap membangun sumur lagi untuk memenuhi kebutuhan air di perumahan tersebut.
“Memang satu sumur bor untuk 15 rumah. Jadi 17 rumah lainnya itu kita bangun sumur lagi. Satu rumah, satu sumur,” kata Apeng, Jumat (25/4).
Ia menegaskan, regulasi pembuatan sumur bor harus diurus ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sehingga, pihak pengembang tidak bisa sembarangan, membuat sumur bor tersebut.
Sementara tuntutan soal penyerahan surat hibah Surau Al-Fattah, ia mengakui bahwa sertifikat tempat ibadah umat muslim tersebut telah hilang. Namun, pihaknya sudah melakukan pengurusan terhadap surat-surat tersebut.
“Untuk masalah parit belakang, tidak semua perumahan memiliki parit belakang. Tapi saya pastikan, parit-parit belakang akan dibangun,” tambahnya.
Sebelumnya, belasan warga Perumahan Kenangan Jaya 9 menggeruduk kantor PT. Sinar Multi Makmur Abadi, yang terletak di Jalan Ir. Sutami Kota Tanjungpinang, Kepri, pada Kamis (24/4) kemarin.
Mereka mendatangi tempat itu, untuk menuntut janji PT. Sinar Multi Makmur Abadi sebagai developer di perumahan tersebut. Saat ini, terdapat sejumlah fasilitas penting yang memang belum dibangun oleh pihak developer.
“Kami hanya ingin menuntut tanggung jawab developer perumahan kami, yang terletak di Jalan Batu Naga. Ada sejumlah fasilitas yang belum terpenuhi,” kata Rahmat Junaidi, satu diantara warga, Kamis (24/4).
Hanya ada satu sumur bor, kata dia jauh dari janji developer, yang tertuang dalam brosur perumahan. Satu sumur untuk puluhan rumah, menimbulkan dampak buruk bagi para warga.
“Otomatis yang mendapatkan air cuma rumah yang bagian atas saja, sementara yang dibawah tidak dapat. Janji developer kan satu sumur untuk 15 rumah,” tutupnya.(Red)






