Batam

Ditengah Keterbatasan Anggaran, Tim Sepak Takraw Batam Berhasil Raih Emas

×

Ditengah Keterbatasan Anggaran, Tim Sepak Takraw Batam Berhasil Raih Emas

Sebarkan artikel ini
Pertandingan tim sepak takraw Batam dengan Karimun

Zonakepri.com- Tim Sepak Takraw Kota Batam berhasil menyumbangkan medali emas kategori beregu setelah mengalahkan Tanjung Balai Karimun 2-0.

Pertandingan berlangsung dengan sengit antara kedua kubu atlet. Serangan timbal balik terjadi sejak di menit awal.

Pelatih Sepak Takraw Batam, Firman Jaya, mengapresiasi keberhasilan timnya meraih medali emas kategori beregu putra. Batam memastikan juara beregu usai menaklukkan Tanjung Balai Karimun dengan skor 2-0 (15-8, 15-10) dalam laga sengit.

​Capaian tersebut melampaui target awal berkat latihan intensif yang dijalani selama satu bulan penuh. Meskipun dana dari KONI hanya dialokasikan untuk sepuluh hari, tim tetap berlatih keras sesuai prosedur kurikulum.

​Keberhasilan ini dinilai murni buah kerja keras seluruh atlet di tengah keterbatasan dukungan fasilitas yang memadai. Berkat keyakinan dan usaha maksimal, perjuangan tanpa uang puding tersebut akhirnya membuahkan hasil membanggakan.

Di balik prestasi emas ini, Firman menyayangkan minimnya perhatian nyata dari pihak terkait terhadap para atlet. Ia berharap pengurus KONI dan Pemerintah Kota Batam segera membuka mata untuk mengapresiasi keringat pejuang olahraga.

​Tim Sepak Takraw Batam diperkuat oleh deretan pemain terbaik Kepri seperti Fitra, Adit, dan Rizki Azdula. Pemerintah dan KONI diminta agar segera merespons capaian gemilang ini dengan tindakan yang lebih konkret.

​Meski demikian, optimisme tinggi tetap diusung Firman untuk menghadapi kategori pertandingan berikutnya seperti nomor Quadran dan Tim.

Strategi perpaduan pemain senior dan junior diyakini mampu menjaga dominasi serta merontokkan mental lawan.

​Di sisi lain, Firman secara terbuka mengakui masa training center (TC) berjalan kurang maksimal akibat persoalan kompensasi. Sampai saat ini, janji pencairan uang puding belum pernah diterima oleh para atlet yang terus berlatih.

​Bantuan dana dari KONI tercatat hanya diberikan sebesar Rp1.300.000 untuk durasi latihan selama sepuluh hari. Kondisi ini memaksa tim pelatih untuk terus menagih komitmen serta janji yang pernah dilontarkan sebelumnya.

​Firman menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta berlebihan melainkan sekadar menuntut hak yang sudah dijanjikan sejak awal. Segala bentuk janji pemerintah dan KONI diminta untuk ditepati demi kesejahteraan para atlet daerah. (RB)