Tanjungpinang,Zonakepri –Tenaga Ahli Bidang Menejamen Calender Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Esthy Reko Astuti membuka secara resmi Festival Bahari Kepri 2019 di Halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa 5 November 2019.
Dalam kesempatan itu, Esthy meminta kepada pemerintah Provinsi Kepri untuk mengembangkan event reguler bersama dengan event calender untuk mendorong Kepri menjadi destinasi wisatawan yang lengkap dan terbaik. Menurutnya, event reguler yang digelar bersama dengan event calender agar mampu menarik kunjungan wiusatawan di Provinsi Kepri mencapai 3,6 hingga 4 juta pengunjung dalam setahun.
“Provinsi Kepri ini semuanya ada, dari gunung sampai laut bisa dijadikan wisata. Untuk itu Provinsi Kepri kita berikan penghargaan dengan kenaikan kunjungan wisatawan sangat tinggi. Kepri menjadi salah satu besar ketiga yang didatangi wisatawan.Dari data yang saya liat, Kepri ini cukup signifikan kunjungan wisatawan 2017 ke 2018 naik sekitar 23%. Hingga Agustus mencapai 1,8juta pengunjung,” kata Esthy.
Menurut Plt Gubernur Kepri Isdianto, target kunjungan wisatawan di Provinsi Kepri tahun 2019 mencapai 4 juta pengunjung. Target tersebut merupakan target tertinggi yang harus dicapai Provinsi Kepri. Untuk mencapai target tersebut, dilakukan berbagai upaya diantara terus digelar even dan festival yang menarik, dengan kalender even yang beragam didukung daya tarik wisata lain berupa pesona alam, kuliner dan lainnya. Salah satu even yang terus meningkatkan kunjungan wisatawan, yakni Festival Bahari Kepri (FBK). FBK ini terus dikreasikan dengan banyak agenda.
Festival Bahari Kepri layaknya sebuah ikrar kebersamaan seluruh komponen masyarakat Kepulauan Riau untuk memajukan pariwisata di Provinsi ini. Sejak tahun 2016 lalu, saat pertama kali digelarnya Festival Bahari Kepri, iven ini selalu menyumbang jumlah kunjungan wisatawan yang banyak ke Provinsi Kepulauan Riau.
“Dengan kebersamaan kita, ini menjadikan daya tarik bagi wisatawan luar negeri untuk berdatangan ke Provinsi Kepulauan Riau. Semakin tahun semakin meningkat, sampai Provinsi Kepri penghasil devisa cukup besar dari sektor pariwisata,” ungkap Isdianto.
Lanjut Isdianto, even ini melibatkan dukungan dari unsur pemerintah pusat dan daerah, kerjasama yang baik antar instansi-instansi vertikal, dukungan dari sektor-sektor swasta, sanggar-sanggar serta pelaku-pelaku seni dan budaya, pelaku industri kecil dan menengah juga dukungan dari unsur masyarakat.
Kedepan, Isdianto menyampaikan dengan kewenangan yang dimiliki akan mendorong sektor pariwisata dengan kebijakan-kebijakan staregi pembangunan pariwisata yang baik. Sebagai salah satu sektor unggulan Provinsi Kepulauan Riau, agar bersama-sama memajukan sektor pariwisata yang juga sebagai bagian dari backbone perekonomian masyarakat dengan turut serta mensukseskan dan mempromosikan iven iven ini.
“Tentunya dengan kebijakan yang ambil, mari kita gali untuk destinasi destinasi wisata baru yang ada. Karna, ini bukan saja memperbanyak pengunjung tapi peningkatan yang cepat bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Isdianto.
Kepala Dinas Pariwisata Buralimar menyebukan Festival Bahari Kepri pada tahun 2019 masuk calender of event nasional. Tapi pada tahun 2020 tidak masuk lagi, digantikan yang lain Festival Penyengat,Festival Kenduri Seni Melayu, Iron Man 3 Art Bintan, Bintan 3 Art Not, Tour The Bintan.
“Pada tahun 2018 terdapat tujuh event, sampai pada tahun 2019 menjadi berkurang dan tahun 2020 menjadi 5 event saja. Mohon menjadikan perhatian Kementerian Pariwisata kedepannya. Semoga kita tetap bisa melaksanakan ivent ini dan ususlan usulan ivent ivent mendatang,” kata Buralimar.
Kegiatan sendiri, Buralimar menjelaskan dimulai dengan makan malam bersama dan pembukaan pada tadi malam. Dan beberapa rangkaian acara yang yang akan persembahkan sampai dengan tanggal 10 November dan akan di meriahkan Artis Idol Indonesia pada malam penutupan nanti.
“FBK 2019 sendiri dimulai dari Gala Diner, yang di ramaikan juga iyahters kita yang berlabuh sebanyak 20 iyaht dan 43 orang personil. Dari mulai tahun 2016 sebanyak 83 iyaht yang berlabuh di Kepri itu terbanyak di indonesia, ditambah lagi rangkaian rangkaian acara yang juga di sponsori Pemerintah Kota Tanjungpinang dan pada malam penutup di ramaikan Firza Idol,” jelas Buralimar.
Dalam kesempatan ini, kegiatan tersebut disejalankan pemutaran vidio dan launcing sensus 2020 indonesia mencatat yang juga penyerahan cendramata antara Plt Gubernur dan Kepala BPS. Pembukaan sendiri ditandainya dengan pemukulan kompang dan dilanjutkan tari kolosal lembayung yang mencitrakan unsur suasana alam Provinsi Kepulauan Riau dan para iyahters yang hadir terdiri dari delapan negara asal yang terdiri dari Norwegia, Amerika Serikat, Swedia, Australia, Swiss, Scotlandia, Inggris dan Francis
Tampak hadir Sekretaris Daerah H TS Arif Fadilah, Ketua PKK Provinsi Kepulauan Riau Hj Rosmeri Isdianto, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Riau Hj Dwi Komalasari Anshar, Danrem 033 Wira Pratama Brigjend TNI Gabriel Lema, Danyonmarhanlan Lantamal IV Letkol Mar Heri Setiawan, Danlanud Raja Haji Fisabilillah Kolonel Pnb Andi Wijanarko, Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad, Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma, Sejumlah Kepala OPD Provinsi Kepri, Asisten Tata Pemerintahan Kabupaten Karimun Hurnaini, Tokoh Masyarakat/Pemuda/Adat/Agama serta Tamu Undangan Yatcher dari berbagai negara.(Hum)






