Zonakepri.com – Menjelang puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, PT Pelni kembali menegaskan imbauan agar masyarakat membeli tiket kapal melalui kanal resmi untuk menghindari praktik percaloan dan penipuan yang kerap muncul saat periode libur panjang.
Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, menyampaikan bahwa pihaknya berulang kali menemukan keluhan masyarakat terkait oknum yang menawarkan tiket di luar jalur resmi. Ia menegaskan, Pelni tidak bertanggung jawab atas transaksi yang dilakukan di luar platform resmi perusahaan.
“Untuk menghindari calo-calo itu, kami menekankan masyarakat membeli tiket secara online dan melalui channel resmi Pelni. Di aplikasi Pelni Mobile sudah tersedia berbagai pilihan pembayaran, mulai dari BRI, Alfamart Group, Alfamidi, Ovo, dan lainnya. Kalau di luar itu, berarti bukan tanggung jawab Pelni,” ujar Putra saat ditemui, Sabtu (22/11/2025).
Selain mengingatkan soal percaloan, Pelni juga mengumumkan pemberlakuan kembali stimulus diskon tarif 20 persen dari tarif dasar bagi seluruh rute dan tujuan.
Program ini merupakan penugasan pemerintah yang rutin diberikan menjelang Nataru, seperti tahun sebelumnya.
Putra menjelaskan, diskon tersebut diberlakukan mulai 21 November 2025 pukul 12.00 WIB untuk periode keberangkatan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Namun, kuota diskon terbatas, sehingga masyarakat disarankan segera membeli tiket sebelum jatah terserap habis.
“Diskon ini dihitung dari tarif dasar. Komponen lain seperti pos pelabuhan dan asuransi tetap mengikuti ketentuan, sehingga total harga setelah diskon akan ditambahkan biaya-biaya itu,” jelasnya.
Pelni juga memastikan pembelian tiket sudah bisa dilakukan dari jauh hari, termasuk untuk rute-rute yang masuk dalam periode stimulus. Putra menegaskan bahwa masyarakat dapat langsung mengakses aplikasi Pelni
Mobile untuk membeli tiket sekaligus melakukan check-in dan boarding secara online, fitur yang disiapkan untuk mengurai antrean di terminal penumpang.
Ia meluruskan kesalahpahaman sebagian calon penumpang mengenai antrean yang tetap terjadi meski sudah check-in online.
“Check-in online itu menghindari antrean di counter boarding. Tapi ketika masuk ruang tunggu tetap ada verifikasi identitas, jadi pasti tetap antre di sana. Ini yang sering terjadi miss komunikasi,” pungkasnya.(Ki)
Editor : Andri











