Natuna

Hujan Berkepanjangan, Pendapatan Petani Karet di Natuna Terpuruk

×

Hujan Berkepanjangan, Pendapatan Petani Karet di Natuna Terpuruk

Sebarkan artikel ini
Petani karet Natuna sedang mengambil getah karet

Zonakepri.com – Hujan yang turun hampir tanpa jeda di Natuna bukan hanya membasahi bumi dan menyuburkan tanaman, namun juga  memupus harapan para petani karet untuk menyadap getah karet.

Cuaca buruk yang berkepanjangan membuat mereka terpaksa menghentikan aktivitas menyadap getah, satu-satunya tumpuan hidup keluarga mereka.

Di tengah ladang karet yang seharusnya memberi penghidupan, Marzani (38), seorang petani karet di Kecamatan Bunguran Timur, hanya bisa pasrah. Setiap pagi ia datang ke kebun, namun hujan kembali turun dan memaksanya pulang tanpa hasil.
“Payah sekarang, Bang. Kami tak bisa noreh, hujan terus,” ucapnya lirih saat ditemui di Ranai, Rabu (31/12/2025).

Ironisnya, kondisi pohon karet saat ini justru sedang dalam keadaan baik. Getah melimpah dan pohon tumbuh sehat. Namun, hujan yang tak kunjung reda membuat potensi itu tak bisa dimanfaatkan.

“Getahnya bagus, pohonnya sehat. Tapi hujan ini bikin semuanya terhenti,” katanya.

Keadaan ini semakin menyayat hati para petani. Pasalnya, harga getah karet di pasaran sedang menunjukkan tren positif. Harga jual naik sekitar Rp1.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp11.500 per kilogram. Peluang meningkatkan pendapatan pun seakan berlalu begitu saja.

Meski hidup dalam keterbatasan, para petani karet Natuna tetap menyimpan harapan. Mereka hanya bisa menunggu, berharap langit kembali teduh agar pisau sadap bisa kembali menggores batang karet, dan dapur keluarga tetap mengepul.

“Alam tak bisa kita lawan. Mudah-mudahan minggu depan hujan sudah reda,” tutup Marzani penuh harap. (Zubadri)