Zonakepri.com-Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengunjungi perusahaan produsen gula kelapa, gula aren, dan Virgin Coconut Oil (VCO) di Kawasan Industri Candi (KIC), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Lis Darmansyah disambut langsung oleh Steven Santoso selaku direktur sekaligus pemilik perusahaan dengan merek dagang Manatura.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk melihat secara langsung proses pengembangan produk berbasis bahan alami dan organik yang telah berhasil menembus pasar internasional, sekaligus menjajaki peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha di Kota Tanjungpinang.
Dalam kesempatan tersebut, Steven memaparkan perjalanan usaha yang dirintisnya sejak tahun 2010. Berawal dari usaha yang dibangun dari nol, Manatura kini telah berkembang dan berhasil mengekspor berbagai produknya ke 30 negara tujuan, bahkan hingga Ghana di Benua Afrika.
“Usaha yang kami rintis sejak 2010 dari nol ini, kini telah ekspor ke 30 negara tujuan hingga ke Ghana. Permintaan luar negeri terhadap gula kami sangat bagus, bisa sampai enam kali pengiriman setiap bulannya,” kata Steven.
Menurutnya, tingginya permintaan produk gula berbahan organik di pasar internasional sejalan dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dunia terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan memilih produk pangan yang lebih alami.
Produk gula berbasis bahan organik menjadi salah satu produk yang cukup diminati di pasar luar negeri karena dinilai dapat menjadi alternatif pemanis dengan proses produksi yang memperhatikan kualitas bahan baku dan keberlanjutan produk.
Selain mendengarkan pemaparan manajemen perusahaan, Wali Kota Lis Darmansyah juga meninjau langsung hasil produksi serta berbagai contoh produk yang dihasilkan Manatura.
Lis memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pengembangan produk pangan yang berorientasi pada kesehatan. Menurutnya, produk berbasis bahan alami dan organik dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi yang lebih sehat.
“Dari penjelasan manajemen perusahaan, proses dan cara menjaga kualitas produk tidak diragukan lagi. Sebaiknya distribusi untuk nasional juga ditingkatkan, mengingat konsumen produk ini besar di luar, sementara di Indonesia masih belum terlalu banyak,” ujar Lis.
Lebih lanjut, Lis melihat adanya peluang untuk membangun kerja sama antara Manatura dengan Kota Tanjungpinang. Pemerintah Kota Tanjungpinang, kata Lis, dapat berperan dalam menjembatani komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antarpelaku usaha bahkan membangun industri di Tanjungpinang.
“Mungkin kami bisa menjembatani pelaku usaha di Tanjungpinang untuk sama-sama mendapat manfaat dan menawarkan membangun industri langsung di Tanjungpinang,” ucap Lis.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap dapat membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan, sekaligus mendorong pelaku usaha daerah untuk memperoleh akses terhadap produk, jaringan distribusi, serta pengalaman pengembangan usaha yang telah berhasil menembus pasar internasional.
Kunjungan kerja ini juga diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran informasi dan pembelajaran bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam mendorong pengembangan produk unggulan daerah yang memiliki nilai tambah, berdaya saing, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas. (er/Dinas Kominfo)








