Tanjungpinang

Sambut Hari Ibu Ke-97, TP PKK Tanjungpinang Gelar Lomba Memasak Sarapan Bergizi

×

Sambut Hari Ibu Ke-97, TP PKK Tanjungpinang Gelar Lomba Memasak Sarapan Bergizi

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Walikota, Ketua TP PKK Tanjungpinang serta peserta lomba memasak (F-Diskominfo)

Zonakepri.com– Menyambut Hari Ibu ke-97, Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang menggelar lomba memasak bertema “Sarapan Bergizi, Keluarga Berprestasi” di Gedung Tun Fatimah, Senggarang.

Lomba ini diikuti berbagai organisasi perempuan, termasuk DWP, GOW, TP PKK, BKMT, dan Persit KCK Dim 0315/Tanjungpinang. Para peserta berkreasi menyiapkan menu sehat lengkap dengan buah-buahan sebagai sumber nutrisi tambahan.

Ketua PKK Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, mengatakan lomba ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sarapan sehat sebagai fondasi tumbuh kembang keluarga.

“Sarapan pagi menyediakan energi sekaligus memenuhi nutrisi makro dan mikro yang dibutuhkan tubuh,” ujar Weni, 6 Desember 2025.

Lomba ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut puncak peringatan Hari Ibu pada 22 Desember 2025. Weni berharap momentum ini memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

“Semoga Hari Ibu tahun ini membawa keberkahan, kebahagiaan, kekuatan, dan pertumbuhan yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Tanjungpinang,” tambahnya.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana menumbuhkan kreativitas, inovasi, sekaligus melestarikan masakan sehat bagi keluarga.

“Lomba memasak menjadi ruang untuk berkreasi dan berinovasi, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam melestarikan sajian sehat. Tema Sarapan Bergizi, Keluarga Berprestasi mengingatkan keluarga yang unggul berawal dari pola makan yang baik,” ucap Lis saat membuka lomba.

Lis menambahkan lomba ini perlu terus digelar karena memiliki nilai kearifan lokal dan menjadi momen menjaga tradisi kuliner daerah. Setiap daerah memiliki cita rasa khas yang dipengaruhi budaya, rempah, dan teknik memasak. Masakan lokal, termasuk kuliner Melayu, memiliki keunikan tersendiri.

“Contohnya, asam pedas, nasi Padang, atau nasi minyak memiliki karakter rasa berbeda di setiap daerah. Perbedaan ini justru menjadi kekayaan kuliner Nusantara yang harus dijaga, dihargai, dan diwariskan,” ujar Lis.

Ia mengajak peserta tetap bersemangat, menjadikan lomba sebagai wadah pembelajaran dan peningkatan kualitas kuliner keluarga, sekaligus menghadirkan menu sarapan khas Tanjungpinang yang bergizi, sehat, dan mencerminkan identitas kuliner daerah.

“Dengan penyelenggaraan yang lebih besar dan profesional ke depannya, lomba ini dapat menjadi agenda kuliner membanggakan dan memperkuat posisi kota sebagai salah satu daerah dengan kuliner terbaik di Provinsi Kepri,” harap Lis. (tc/Dinas Kominfo)