
Tanjungpinang,Zonakepri-Singkong atau ubi kayu salah satu jenis umbi umbian yang dimanfaatkan untuk beragam jenis makanan maupun kue oleh masyarakat, harganya makin lama makin naik di pasaran. Harga ubi kayu per kg saat ini mencapai Rp4000 per kg dari sebelumnya Rp3000 per kg.
Salah satu pengelola home industri pembuatan tapai singkong Siti yang tinggal di Km 11 Tanjungpinang mengungkapkan untuk mendapatkan singkong dirinya pergi ke kebun kebun milik petani singkong, bukannya membeli singkong yang dipasar. Mengingat singkong yang dibutuhkan harus singkong segar dan dalam jumlah besar.
“Untuk mendapatkan singkong susah, meski harganya naik. Harus keliling dari kebun ke kebun untuk membeli singkong,”ungkapnya Rabu 27 November 2019.
Menurutnya, singkong tidak hanya didapat dari kebun di wilayah Kota Tanjungpinang, bahkan untuk mendapatkan singkong dikejar hingga wilayah Kabupaten Bintan. Saat panen, singkong mudah didapat, namun jika tidak musim panen, maka pembuatan tapai berhenti untuk beberapa minggu menunggu tersedia singkong.
Singkong yang dipergunakan untuk pembuatan tapaipun tidak sembarang singkong. Melainkan jenis singkong yang lembut dan merekah saat direbus dan rasanya manis. Selain itu, singkong yang dipergunakanpun singkong segar yang baru dicabut dari tanah. “Jika sudah berhari hari dicabut, maka singkong mengeras dan tidak bisa dipakai untuk membuat tapai,”sebut Siti.
Untuk pemasaran tapai singkong, Siti menjajakan keliling menggunakan sepeda motor yang dipasang kotak kaca di jok belakang. Harga singkong yang dibungkus daun tersebut saat ini Rp 3000 per biji. Pemasaran hanya berada di kedai dan warga saja. “Tapai singkong hanya diedarkan di Kota Tanjungpinang saja, untuk memasarkan tapai di daerah lain, stok singkong tidak mencukupi,”sebutnya. (red)






