Kepulauan Riau

2026, Program MBG di Kepri Ditargetkan Capai 80-90 Persen 

×

2026, Program MBG di Kepri Ditargetkan Capai 80-90 Persen 

Sebarkan artikel ini
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura meninjau SPPG di Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang Timur beberapa waktu lalu. (F-Diskominfo Kepri)

Zonakepri.com – Wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau.

Hingga saat ini, pembangunan dan kesiapan operasional fasilitas MBG di wilayah 3T masih belum rampung dan dalam tahap pembangunan.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menyampaikan bahwa sebagian besar titik 3T telah terbangun dan tinggal menunggu proses operasional.

Ia menyebut, capaian keseluruhan program MBG di Kepri telah menyentuh angka hampir 78 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 80 hingga 90 persen pada pertengahan Januari 2026 mendatang.

“Untuk wilayah 3T, perkembangannya sangat baik. Hampir semuanya sudah terbangun dan tinggal menunggu operasional. Target kami, pertengahan Januari sudah bisa berjalan maksimal,” ujar Nyanyang.

Ia menjelaskan, sebaran wilayah 3T di Kepulauan Riau cukup luas. Kabupaten Lingga menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni sekitar 41 titik.

Sementara itu, Kota Batam memiliki sekitar 30 titik, Kabupaten Anambas 10 titik, Kabupaten Natuna 11 titik, serta masing-masing satu titik di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

“Secara keseluruhan, terdapat sekitar 140 titik 3T di Kepri dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah,” tambahnya.

Menurut Nyanyang, seluruh dapur MBG dikelola melalui sistem sewa jangka panjang selama empat tahun yang difasilitasi pemerintah pusat.

Skema ini dinilai mampu menjamin keberlanjutan layanan sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung program.

Di tengah tantangan ketahanan pangan nasional, ia menegaskan bahwa pelaksanaan MBG di Kepri tidak mengalami hambatan berarti.

Pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta menjalin kerja sama antar daerah, termasuk dengan Provinsi Jawa Timur dan Lampung, guna menjaga pasokan pangan tetap stabil.

“Untuk ketahanan pangan, kami pastikan aman. Tidak ada kendala. Koordinasi terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.(Ki)

Editor : Andri