Zonakepri.com-Kabut asap masih menyelimuti wilayah Pulau Bintan Provinsi Kepri hingga saat ini.
Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit Himawari pada 5 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB, wilayah Pulau Bintan terindikasi mengalami dampak kiriman kabut asap dari wilayah Pulau Sumatera. (Sumber:https://www.bmkg.go.id/cuaca/satelit/citra-sebaran-asap)
Kondisi tersebut sesuai dengan arah angin dominan di sekitar Pulau Bintan yang bertiup dari arah tenggara hingga selatan, sehingga berpotensi membawa massa udara dan partikel asap karhutla dari wilayah sumber menuju ke Pulau Bintan dan sekitarnya.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang Hayu Nur Mahron menyebutkan berdasarkan data pemantauan kualitas udara PM2.5 terkini yang tersedia di wilayah Batam, konsentrasi PM2.5 pada 5 Oktober 2026 berada pada kategori Tidak Sehat sejak sekitar pukul 10.00 WIB.
Konsentrasi tertinggi terpantau pada pukul 16.00 WIB, yaitu mencapai 94,2 µg/m³. (Sumber : https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/kualitas-udara/)
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di wilayah Kepulauan Riau masih perlu menjadi perhatian, khususnya apabila terjadi peningkatan aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah luar Pulau Bintan yang dapat memengaruhi kualitas udara melalui sebaran kabut asap,”sebut Prakirawan BMKG Tanjungpinang Hayu Nur Mahron, 5 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil pengamatan alat observasi di Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah, yang berlokasi di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, jarak pandang mendatar saat ini berada pada kisaran 4–6 kilometer.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan jarak pandang yang berkaitan dengan keberadaan kabut asap. Penurunan jarak pandang perlu mendapat perhatian, terutama dalam mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan, karena jarak pandang yang semakin rendah dapat mempengaruhi operasional di bandar udara, khususnya ketika mencapai kurang dari 5 kilometer.
Berdasarkan hasil pemantauan data hotspot terkini pada 5 Oktober 2026 pukul 17.37 WIB, tidak teridentifikasi adanya titik panas di sekitar wilayah Pulau Bintan. (Sumber: https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/informasi-hotspot-asap/)
Prospek Cuaca di Pulau Bintan
Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Pulau Bintan dalam beberapa hari terakhir pada awal Oktober 2026 didominasi oleh cuaca cerah berawan hingga berawan.
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang bersifat lokal terjadi pada 1–2 Oktober 2026 di sejumlah wilayah, terutama di bagian tengah dan utara Pulau Bintan.
Dalam beberapa hari ke depan, kondisi cuaca di Pulau Bintan diprakirakan masih didominasi oleh cerah berawan hingga berawan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta dampak kiriman asap dari wilayah Sumatera, Kalimantan, dan wilayah sekitarnya.
Meskipun demikian, pada periode menuju awal dasarian II Oktober 2026, masih terdapat potensi terjadinya hujan yang bersifat lokal, terutama pada siang hingga sore hari. Hujan yang terjadi secara lokal tersebut belum tentu merata di seluruh wilayah Pulau Bintan.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap memperhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat, khususnya saat melakukan aktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan.
Selain itu, masyarakat perlu memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai sebagai langkah perlindungan terhadap dampak penurunan kualitas udara.
Informasi cuaca dan perkembangan kondisi atmosfer terkini dapat diperoleh melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi BMKG di https://cuaca.bmkg.go.id, https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id, https://iklim.bmkg.go.id, serta media sosial resmi BMKG Tanjungpinang melalui Instagram @stamet.tanjungpinang.bmkg.(rul)









